Satu Dari Seribu

Tuhan memang menciptakan miliaran orang di muka bumi, namun kenapa dari sekian banyaknya manusia, Ia hanya memberikan kita satu pasangan hidup? Karena Ia ingin mengajarkan kita bahwa satu saja cukup. Satu, jika ia adalah yang orang yang benar, takkan membuatmu menyesal. Manusia tidak pernah luput dari kesalahan, jadi memang wajar kalo manusia mengecewakan, tapi pertanyaannya adalah, apakah ia membuatmu menyesal? Membuatmu mengeluarkan kata-kata seperti, "Ia bukan yang terbaik untukku."

Bicara soal yang terbaik, tentu saja takkan ada habisnya. Di atas darat ada langit, di atas langit ada lagi langit yang lebih tinggi. Kadang bukanlah yang terbaik, atau yang serba 'paling' karena kadang seseorang yang mendekati sempurna saja masih membuat kita merasa hampa di dalam, karena tidak ada yang terbaik. Pencarian untuk mendapatkan yang terbaik akan melelahkan, karena kamu tidak akan pernah merasa puas. Pada akhirnya bukan yang paling sedap dipandang, tapi yang mengerti dirimu bahkan kadang lebih baik dari dirimu sendiri. Bukan yang paling bisa membahagiakan dengan materi, tapi mengisi kekosongan batinmu tanpa bahkan mengucapkan sepatah katapun.

Ya, aku rasa itulah yang terindah. Untuk menemukan satu di antara seribu. Kebanyakkan hanya datang dan pergi, tidak memberikan kesan yang mendalam, sampai akhirnya seseorang datang dan memberikan rasa yang berbeda.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment