Karma, Kompromi dan Kita

Do you believe in karma? I do. 


Mungkin lo pikir gue percaya hal-hal takhayul. Mungkin. Tapi mungkin aja pengalaman yang membuat gue percaya akan karma. Gue percaya kalo setiap orang punya karmanya sendiri. Ya... Karma kurang lebih kayak jalan hidup masing-masing individu. Contoh aja, ada satu temen lo yang ngeluhnya sakit hati mulu karena dia diselingkuhin terus. Entah sama cowo yang lagi jalanin hubungan sama dia, sama cowo yang sebelumnya, atau yang sesudahnya, intinya dia diselingkuhin terus sama pasangannya. Contoh lainnya adalah seseorang yang jadiannya sama seseorang yang jaraknya jauh banget, LDR mulu kerjaannya. Ya pokoknya, kasarnya udah kayak nasib gitu jadinya. Setelah gue perhatikan, karma orang itu beda-beda, mungkin lebih ke sesuai kapasitas orang masing-masing kali ya. Ada yang diselingkuhin pasangannya terus-terusan, ada yang digangguin mantan pasangannya terus, atau ada yang malah jadi orang ketiga terus, beda ras, beda agama, selalu terhalang jarak, perbedaan umur, sifat pasangan yang cemburuan, watak pasangannya yang keras, kekerasan secara verbal atau fisik, or maybe someone that is involved in the showbiz, apapun itu rintangannya... Everybody goes through it. Setiap hubungan punya 'kegalauan' masing-masing, ga ada kok yang mulus-mulus aja. Ya terus gimana dong? Kalo setiap hubungan tak pernah jauh dari yang namanya problema? Gampangnya sih gue cuma bisa bilang kalo seseorang seperti gue hanya akan kembali kepada pola pikir gue yaitu "Sendiri Lebih Baik" karena "Berdua Bikin Galau." 


The thing is, cinta itu bisa memudar. Percaya ga percaya, cinta itu ga bisa tahan lama. Palingan dua, tiga tahun bertahan, abis itu udah. Hambar. Kenapa gue bisa bilang gitu? Bukannya pengalaman pribadi, tapi gue perhatiin dari temen-temen gue yang pacaran, dari rumah tangga orang-orang, semua mirip-mirip. As much as I want to tell you that fairytales can happen, it can't and it won't. I have to be honest with you from the start. Pernah ga sih lo liat kue yang tampilannya menarik, dekorasinya oke, tapi pas dicoba lo nyesel karena ga seenak yang ter-display di depan mata lo tadi. Itu dia realitanya. Cowo akan selalu menemukan wanita yang lebih menarik, walaupun bukan jaminan kalau ia lebih baik, dan cewe akan bisa bahagia bahkan kalau ia berdiri sendiri. Bahkan ada riset yang mengatakan kalo pria akan lebih cepat mati saat ia ditinggal istrinya meninggal (duda) jika ia tidak memiliki pendamping pengganti daripada wanita yang ditinggal suaminya meninggal (janda). Oke... Kembali ke masalah awal yaitu karma. Pertanyaan polos sih, tapi intinya, gimana dong? Gimana hubungan bisa berjalan kalo selalu ada rintangan? Hubungan itu bertahan karena dua hal. Yang pertama, saat kamu bisa temukan seseorang yang 'klik' sama kamu. Nah, bahkan dengan seiringnya waktupun kamu akan menemukan banyak perbedaan kan, ga peduli berapa banyak kesamaan yang kamu dan pasangan kamu punya, pasti nanti ada perbedaan-perbedaan seiring waktu berjalan. Atau kamu jadi berpikir: "Dia ga seperti yang dulu." Pernah ga sih berpikir kalo dia hanya menunjukkan siapa dia yang sebenarnya? Kalo dalam setiap kesamaan yang kamu temukan di awal hubungan, ga cukup untuk mempertahankan apa yang sekarang udah keliatan. That's when you have to do the second thing: Kompromi. Iya lah. Hubungan yang langgeng itu cuma saat ia bisa kompromi dengan pasangannya. Jadi hubungan yang awet itu ketika kamu udah tau semua aslinya dia, jelek-bagus, baik-buruk, plus-minus, tapi kamu masih mempertahankan. Hubungan itu ga perlu ditimbang-timbang, dilihat apa untung-ruginya kamu kalo tetep sama pasangan kamu, tapi hubungan itu dijalani dengan ikhlas. Bahkan saat kekurangannya bikin kamu muak, tapi kamu ga memilih untuk mundur. Udah deh, if you can do those two things, cari yang klik dan kamu mampu kompromi, pasti bakal aman. Karena cari dari segi fisik, gampang. Tapi untuk menemukan yang bener-bener klik, beda urusan. Kadang kita heran, temen kita setia, tapi diselingkuhin terus. Kita cuma bisa nyaranin dia supaya putus, tapi dia bertahan, dia terus mau kompromi. Ya berarti antara dia emang bodoh, atau dia udah menemukan yang klik. Fact is, we never can understand how it feels like. Kita ga bisa tau persis ikatan seseorang dengan pasangannya, makanya kadang kita ngasih saran yang lebih gampang dikeluarkan lewat kata-kata daripada dilakukan.

Then again, don't trust me. Maybe I don't know what I'm saying. Atau gue cuma omong doang. Atau gue udah terlalu banyak makan asam garam hidup sampe gue bisa nulis kayak gini. Tapi apa yang gue tau tentang cinta? Orang tua gue divorced, gue pun ga punya gambaran bakal end up sama siapa atau kayak gimana, tapi siapa juga sih yang punya jaminan akan hari esok? Satu hal yang gue tau, kita semua punya kesamaan, kalo kita semua masih belajar. Kita semua masih mencoba mengerti arti cinta. Mungkin cinta itu ada, mungkin cinta itu ga ada. Mungkin juga ilusi semata. Mungkin cinta hanya bisa mengajarkan kita bagaimana bertahan ditengah pahitnya realita.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment