Burung @IndraHerlambang

Beberapa hari ini lagi demen-demennya ngebongkar abis soal buku Kicau Kacau karya Indra Herlambang. I know, I know... Not a new book, tapi best-seller akan terpampang cantik di toko buku sampe pamornya pudar, kan? Atau at least sampe ada berjibun buku best-selling lainnya yang berhasil menggeser posisi best-selling books sebelumnya. Atau malah sampe berakhir di rak buku pribadi di rumah. Whichever comes first. Dari sempet ngobrol via Twitter sampai pernah ketemu langsung (Cieh sok eksis banget padahal boro-boro dia masih inget gue sekarang), gue bisa nebak kalo dia seorang sosok yang cerdas dan brilian. But even by then, gue masih ga habis pikir dia bisa nulis buku. Ya, dari cara pembawaan diri dia di TV, gue bisa nebak dia itu cowo metroseksual, which results to being in love with himself, atau bahasa kerennya 'narsis.' Jadi kesimpulan terakhir gue sebelum kenal dia lewat buku ini adalah: "Ah, paling isi bukunya cuma pamer soal karir dia, ngewawancara artis, jalan-jalan ke luar negri atau pamer otot dengan foto di kaca pake Blackberry (Ya kale)."  Gue udah lama follow Twitternya. Semenjak dia jarang nge-Tweet, gue berpikir kalo bisa ketemu di Timeline itu mahal, alias pasti gue inget deh seberapa meaningful atau random Tweetnya Indra hari itu. Kenapa gue kasi judul "Burung @IndraHerlambang"? Alasannya  karena dia diumpamakan sebagai burung di buku ini, isinya semua kicauan jenius (atau absurd) nya. Cara berpikirnya itu lumayan eksentrik, abstract, but relatable, which is fun to read. Lawakannya juga di perbatasan garis adat Timur dan Barat, jadi aman lah. Ga frontal, ga kuper. Ya buat seseorang seumur dia, untungnya market anak muda masih bisa enjoy baca. Serunya adalah buku ini adalah kumpulan cerita nyata karya Indra sendiri, jadi kalo mau baca dari sisi manapun, masih seru tuh. But not your typical bedtime story you would want to read to your kids/little brothers and sisters, karena ada pembahasan yang cukup dewasa. Satu bahasan favorit gue ada di Bab 2 cerita ke 6, yaitu penjelasannya tentang perasaan cinta yang terpengaruh oleh unsur kimiawi, intinya tentang pembahasan selingkuh yang bisa dijelaskan secara teori. Jadi ada sebuah penelitian kalo rasa ketertarikan lo dengan seseorang itu disebabkan bukan dengan gejolak tak terduga di jiwa, tapi karena pengaruh hormon di tubuh juga, yang menjelaskan kenapa orang setelah berpasangan-- bahkan berumah tangga sekalipun-- masih bisa tertarik dengan orang lain. Secara ga langsung mungkin artikel yang Indra baca itu mengesahkan orang selingkuh unyu atau flirting kecil; secara rasa tertarik itu datang dengan sendirinya, dengan orang tak terduga, di saat yang tak termasuk rencana. Gue langsung lemes baca bagian itu, muncul banyak pemikiran dan pembelaan yang siap melawan penelitian itu. Dan lagian, ini lagi, ngapain disebarluasin fakta sesat itu di buku? Mentang-mentang cowo jadi dia bisa seenaknya dapet pembenaran soal perselingkuhan, gitu? Wah, siap neror via Twitter nih gue! But I was surprised by his next statement, bagaimana seorang Indra Herlambang menentang pemikiran itu. Terlebih lagi, gue suka caranya mengungkapkan opini pribadinya itu. Dia bilang manusia itu kan diciptakan dengan kekuatan paling besar di bumi, yaitu kekuatan memilih. Makanya mau seberapa besar ketertarikan seseorang terhadap orang lain, saat dia sudah memiliki pasangan, seharusnya secara sadar juga dia memilih untuk setia. Gue baru tau kenapa Indra bisa 'nyampe' ke pemikiran itu, alasannya adalah sesimpel karena seorang Indra Herlambang pernah diselingkuhin juga. Oh... Gini toh alasan kenapa dia bisa ngomong gitu. Tapi emang gue percaya kalo seseorang bisa ngomong yang 'ngena' banget, itu karena dia pernah ngalemin sesuatu yang ngubah hidupnya, baik cuma bagian kecil maupun seluruh hidupnya.

"Percaya deh, sebagai salah satu orang yang pernah menjadi korban, saya tahu sekali seperti apa rasanya dikhianati. Tapi ketika hal itu memang harus terjadi, sepertinya tidak semudah itu untuk menghakimi." - Indra Herlambang, Kicau Kacau.
Gue masih ga nyangka Indra bisa merangkai kata-kata sebegitu ngena-nya sampe bener-bener bikin gue mikir. But seriously, don't judge a book by its cover. No, listen to me, seriously. Kalo lo ilfil liat covernya yang kuning mentereng dan gaya dia yang entah mencoba impersonate Michael Jackson atau Sid dari film Ice Age, think again. It really was worth the read.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Enough Is Enough

Aku tak tahan. Aku sadar aku hanyalah wanita yang punya perasaan. Mungkin ini jalan hidupku, mencintai untuk merelakanmu. Ini terdengar seperti kebohongan, tapi aku dengan tulus ingin menyatakan. Aku bukan yang terbaik, aku bukan yang tercantik, tapi aku selalu mencoba. Aku selalu berusaha.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Note to Guys

Cewe itu kalo diem cuma ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, kram perut akibat lagi dapet. Atau kemungkinan kedua, you've done something very wrong. Wanita memang makhluk yang bisa dibilang lumayan rumit, jadi intinya jangan mencoba mencari tahu apa maunya wanita, karena terkadang wanitanya sendiri ga tau maunya apa. Nah loh, ngerti ga lo? Here's a few simple tips. 

Just like any other human being, wanita ingin dihargai dan diperlakukan secara baik dan benar. Banyak cowo yang ngeluh kalo mereka bukan paranormal yang bisa baca pikiran cewe atau apa mau sebenarnya para wanita, but hey, sebenernya keinginan wanita itu simple, yaitu untuk ga disia-siain dan dibuat keberadaannya berharga. Apalagi cewe itu peka banget, terhadap hal-hal kecil khususnya. Berubah dikit, nyadar. Ngomong salah dikit, jadi masalah. Sebenernya itu bisa ngajar cowo untuk sedikit bermain perasaan dan ga terlalu banyak mikir kalo lagi nge-handle wanita. 

Pria, kadang wanita hanya butuh sepasang telingamu untuk didengar. Dia ga butuh lo bawa ke tempat mahal, lo beliin barang atau perlakukan spesial, wanita hanya ingin bicara dan expect guys to listen to her mumbling. Think of it this way, girls that tell you everything mean that they trust you so much. Karena wanita hanya membuka diri kepada orang-orang yang mereka rasa nyaman, so build that comfort zone around her, let her be comfortable when she's around you. 

Nah, yang satu ini agak-agak PR, nih. Bukan ngarep atau gimana *uhuk*, tapi wanita itu ingin dipuji. Cewe juga ga usah gengsi deh, ngaku aja! Oh iya, satu lagi, cewe tuh juga gengsian lagi. Makanya bentrok sama ego cowo yang kadang ga kalah menjulang. Cewe tuh butuh diingetin betapa indahnya mereka diciptakan dalam porsinya mereka masing-masing. Ga perlu digombalin, tapi berikan dukungan yang ia perlukan. Toh semua manusia pengen diingetin seberapa berharganya mereka kan?

Hal yang ga kalah penting, if not, the most important thing might just be this: Honesty. Cewe itu sangat peka terhadap kejujuran pria. Makanya percaya ga percaya, wanita punya radar sendiri kalo cowo udah mulai ala-ala menyimpang kata-katanya. Seperti yang pernah gue baca, "Pride attracts the girl. Courage approaches the girl. Wisdom gets the girl. Strength puts up with the girl, but loyalty keeps the girl." So, be honest and be true to her.

Lakukanlah hal-hal yang kamu katakan, jangan ngomong doang. Janji itu perlu, tapi cewe ga butuh janji yang palsu. Jangan bilang kangen, tapi ga ada usaha ketemuan. Bilang mikirin, tapi nyariin di telpon atau mencoba untuk berkomunikasi aja engga. Itu nyiksa cewenya aja. Jadi jangan pernah takut untuk berusaha lebih, tunjukkin seberapa pantaskah dia berada dalam hidup lo.

Gue ngomong gini bukan membenarkan kalo 'Apapun yang cewe lakukan adalah yang paling benar.' Tapi gue cuma mau membagi, sebagai wanita, apa sih kira-kira yang cewe-cewe sebenernya pengen. Lastly, gue ngomong ini semua bukan bermaksud mau mengucilkan pria, no. Justru gue pengen bikin cowo yang udah setengah frustrasi ngadepin cewe untuk tau kurang lebih apa sih maunya cewe. Most of all, put yourself in her place, intinya adalah coba bayangin apakah yang lo lakukan ke dia itu sesuatu yang ingin diperlakukan ke lo? Kalo kata lagu Rihanna, "Make me feel like I'm the only girl in the world." Jadi perlakukanlah dia seperti dia satu-satunya wanita di dunia karena dia adalah satu-satunya wanita dalam hidup lo. The thing is, girls want to be reminded how special they are in your life, makanya kebanyakkan wanita itu terbayang-bayang hidup yang berhubungan dengan 'dongeng' atau 'fairytale-ish', so why not treat her like a princess when she made you her Prince Charming?

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Nice To Be Recognized

Emang apa sih yang perlu diumpetin? Gue heran apa sih sebenernya yang dirasain? Malu? Ga siap? Lah... Yang ngajakkin resmiin status siapa, emang gue? Mentang-mentang gue bilang gue ga suka terlalu mengumbar semua yang private, bukan berarti gue pengen dianggep ga ada. Gue tetep mau dianggep; seperlunya, secukupnya, sewajarnya. Masih dalam batas dan norma yang ada. Sesekali pasang foto berdua ga ada salahnya, apa salahnya sih bangga nunjukkin kalo cewe yang 19 tahun jomblo akhirnya bisa ditaklukkan? Apa salahnya kasih liat cewe yang hampir setahun lo kejar abis-abisan, yang akhirnya mau mengambil resiko sakit hati lagi dengan meresmikan sama lo, ke semua orang? Apa salahnya sih nunjukkin siapa dibalik semua ide cemerlang dan brilian lo itu, yang selalu rempongin semua urusan dan masalah lo? I don't like taking credits for what I've done, you know why? Because I realize when I've done my part, it's my right to be appreciated. And if in the least amount of way I can't be appreciated, at least you should make me feel I'm appreciated. Gue juga bukan tipe orang yang suka mengumbar kemesraan kok. Tapi ya gue sadar gue udah ga hidup sendiri. Gue ga merasa sungkan kok kalo orang tau gue ga sendiri. Bahkan social media gue aja mulai perlahan ngasih liat kalo gue ga sendiri, di blog, di Instagram, bahkan hal private kayak BBM aja udah ga mengasingkan lo lagi kok. Seperti yang gue bilang sebelumnya, gue emang ga suka yang terlalu lebay atau gimana, but then again, gue sadar gue ga hidup sendiri, dan gue bangga menjalani hidup gue dengan seseorang yang mendampingi gue sekarang. So, apa salahnya sih orang tau tentang kita?


Atau emang sengaja biar terlihat jomblo sejati? Ya... Apapun itu alasan dalam otak lo, biarlah itu tetap menjadi misteri buat gue.

Tau apa yang memalukan dari ini semua? Yang paling memalukan adalah gue yang harus mengungkapkan ini semua tanpa lo menyadarinya sendiri. Gue ga sedih, gue ga marah, tapi lo selalu kesel kan karena gue ga pernah tau apa mau gue? Ya ini mau gue. Setiap kata, setiap tulisan, itu terukir semua keinginan gue. Gue itu ga susah dibaca karena walaupun terlihat bertele-tele, gue sebenernya ngomong apa adanya. 




...ngomong apa sih elu, Nad?

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Karma, Kompromi dan Kita

Do you believe in karma? I do. 


Mungkin lo pikir gue percaya hal-hal takhayul. Mungkin. Tapi mungkin aja pengalaman yang membuat gue percaya akan karma. Gue percaya kalo setiap orang punya karmanya sendiri. Ya... Karma kurang lebih kayak jalan hidup masing-masing individu. Contoh aja, ada satu temen lo yang ngeluhnya sakit hati mulu karena dia diselingkuhin terus. Entah sama cowo yang lagi jalanin hubungan sama dia, sama cowo yang sebelumnya, atau yang sesudahnya, intinya dia diselingkuhin terus sama pasangannya. Contoh lainnya adalah seseorang yang jadiannya sama seseorang yang jaraknya jauh banget, LDR mulu kerjaannya. Ya pokoknya, kasarnya udah kayak nasib gitu jadinya. Setelah gue perhatikan, karma orang itu beda-beda, mungkin lebih ke sesuai kapasitas orang masing-masing kali ya. Ada yang diselingkuhin pasangannya terus-terusan, ada yang digangguin mantan pasangannya terus, atau ada yang malah jadi orang ketiga terus, beda ras, beda agama, selalu terhalang jarak, perbedaan umur, sifat pasangan yang cemburuan, watak pasangannya yang keras, kekerasan secara verbal atau fisik, or maybe someone that is involved in the showbiz, apapun itu rintangannya... Everybody goes through it. Setiap hubungan punya 'kegalauan' masing-masing, ga ada kok yang mulus-mulus aja. Ya terus gimana dong? Kalo setiap hubungan tak pernah jauh dari yang namanya problema? Gampangnya sih gue cuma bisa bilang kalo seseorang seperti gue hanya akan kembali kepada pola pikir gue yaitu "Sendiri Lebih Baik" karena "Berdua Bikin Galau." 


The thing is, cinta itu bisa memudar. Percaya ga percaya, cinta itu ga bisa tahan lama. Palingan dua, tiga tahun bertahan, abis itu udah. Hambar. Kenapa gue bisa bilang gitu? Bukannya pengalaman pribadi, tapi gue perhatiin dari temen-temen gue yang pacaran, dari rumah tangga orang-orang, semua mirip-mirip. As much as I want to tell you that fairytales can happen, it can't and it won't. I have to be honest with you from the start. Pernah ga sih lo liat kue yang tampilannya menarik, dekorasinya oke, tapi pas dicoba lo nyesel karena ga seenak yang ter-display di depan mata lo tadi. Itu dia realitanya. Cowo akan selalu menemukan wanita yang lebih menarik, walaupun bukan jaminan kalau ia lebih baik, dan cewe akan bisa bahagia bahkan kalau ia berdiri sendiri. Bahkan ada riset yang mengatakan kalo pria akan lebih cepat mati saat ia ditinggal istrinya meninggal (duda) jika ia tidak memiliki pendamping pengganti daripada wanita yang ditinggal suaminya meninggal (janda). Oke... Kembali ke masalah awal yaitu karma. Pertanyaan polos sih, tapi intinya, gimana dong? Gimana hubungan bisa berjalan kalo selalu ada rintangan? Hubungan itu bertahan karena dua hal. Yang pertama, saat kamu bisa temukan seseorang yang 'klik' sama kamu. Nah, bahkan dengan seiringnya waktupun kamu akan menemukan banyak perbedaan kan, ga peduli berapa banyak kesamaan yang kamu dan pasangan kamu punya, pasti nanti ada perbedaan-perbedaan seiring waktu berjalan. Atau kamu jadi berpikir: "Dia ga seperti yang dulu." Pernah ga sih berpikir kalo dia hanya menunjukkan siapa dia yang sebenarnya? Kalo dalam setiap kesamaan yang kamu temukan di awal hubungan, ga cukup untuk mempertahankan apa yang sekarang udah keliatan. That's when you have to do the second thing: Kompromi. Iya lah. Hubungan yang langgeng itu cuma saat ia bisa kompromi dengan pasangannya. Jadi hubungan yang awet itu ketika kamu udah tau semua aslinya dia, jelek-bagus, baik-buruk, plus-minus, tapi kamu masih mempertahankan. Hubungan itu ga perlu ditimbang-timbang, dilihat apa untung-ruginya kamu kalo tetep sama pasangan kamu, tapi hubungan itu dijalani dengan ikhlas. Bahkan saat kekurangannya bikin kamu muak, tapi kamu ga memilih untuk mundur. Udah deh, if you can do those two things, cari yang klik dan kamu mampu kompromi, pasti bakal aman. Karena cari dari segi fisik, gampang. Tapi untuk menemukan yang bener-bener klik, beda urusan. Kadang kita heran, temen kita setia, tapi diselingkuhin terus. Kita cuma bisa nyaranin dia supaya putus, tapi dia bertahan, dia terus mau kompromi. Ya berarti antara dia emang bodoh, atau dia udah menemukan yang klik. Fact is, we never can understand how it feels like. Kita ga bisa tau persis ikatan seseorang dengan pasangannya, makanya kadang kita ngasih saran yang lebih gampang dikeluarkan lewat kata-kata daripada dilakukan.

Then again, don't trust me. Maybe I don't know what I'm saying. Atau gue cuma omong doang. Atau gue udah terlalu banyak makan asam garam hidup sampe gue bisa nulis kayak gini. Tapi apa yang gue tau tentang cinta? Orang tua gue divorced, gue pun ga punya gambaran bakal end up sama siapa atau kayak gimana, tapi siapa juga sih yang punya jaminan akan hari esok? Satu hal yang gue tau, kita semua punya kesamaan, kalo kita semua masih belajar. Kita semua masih mencoba mengerti arti cinta. Mungkin cinta itu ada, mungkin cinta itu ga ada. Mungkin juga ilusi semata. Mungkin cinta hanya bisa mengajarkan kita bagaimana bertahan ditengah pahitnya realita.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS