Never Grow Up

Kalo ada satu kekuatan super yang bisa gue milikin, gue ga pengen tambah tua. Bukan takut mati atau apa, tapi gue ga pengen 'kehabisan waktu' karena gue bertambah tua. Kemaren nonton konser Jason Mraz dan melihat di umur 30-an dia yang bisa mencapai mimpinya, sampe di titik itu dalam hidupnya, makes me wonder, will I ever get to fulfill my destiny? Kalo liat Justin Bieber (Oke, dua post berturut-turut gue pake contoh Justin Bieber, ada apa dengan gue? Think it's the Bieber fever), Sherina, Agnes Monica, artis-artis muda yang udah accomplish so much, sometimes I wonder how my life will fold? Gue ga mengharapkan berkelimpahan harta, dikenal atau apapun. I wanna make an impact. It is the best and the worst that caught attention, no one remembers the average.

Speaking of Jason Mraz, sore tadi pas lagi jogging dan tiba-tiba sistem shuffle yang menurut gue mempunyai kekuatan magis untuk membaca pikiran atau perasaan orang, tiba-tiba maenin lagu The World As I See It-nya Jason Mraz. Sayang banget dia ga bawain lagu itu di konser kemaren. Okay, not going to make a review out of the concert, gue cuma tersentuh sama lagu yang tiba-tiba teralun merdu di telinga gue dan air mata langsung netes ke pipi gue. Man, I'm turning 20 soon. Udah ngapain aja sih gue di umur gue yang udah mau beranjak jadi wanita dewasa?

There's a lot of goals and dreams that I haven't accomplished just yet. Salah satunya itu impian lama gue yang pengen beli mobil Yaris (entah kenapa suka banget sama Yaris dari jaman bahela, sampe kakak gue tanya kalo tiba-tiba menang undian mobil Mercy gimana, dan gue tetep jawab akan jual Mercy dan beli Yaris dong... Sekian cerita singkat gue tentang obsesi aneh gue kepada Yaris.) Tapi gue ga pengen minta dari orang tua, gue pengen nabung dan beli sendiri. Impian lain gue adalah gue pengen ngebawain satu show di TV, but I never get further than off-air shows dan paling jauh ya cuma sampe tahap screen test atau training nya. Other things, gue pengen bawa Nyokap ke Yerusalem. Itu kayak Mekkah-nya orang Kristen, ibaratnya Umroh-nya umat Nasrani. Lagi-lagi belagu sok-sok an mimpi mau bayarin semua sendiri. Mimpi (muluk) nya sih pengen sebelum Beliau berumur 50. But she's turning 50 in August, so I think I'll just put down that dream to rest. Pengen punya charity sendiri, talk show sendiri, nulis buku best-seller, ke Italy, so much to do... So little time.

Mungkin kalo liat ke belakang, there's not much that I've done. Baru nge-MC dari satu event ke event lain, malah ga jelas mau jadi presenter apa model, semua kerjaan diembat. But one of the things I'm thankful for is that one of my (strange) wish actually came true. Temen gue waktu itu iseng nanya, "Nad, taun ini lo pengen apa?" Dan gue cuma iseng jawab, "Mau masuk TV ah," if you know me well enough, gue itu kurang suka jadi sorotan, entah main sinetron atau apa, I think of myself as the opposite of an Entertainer. But then again, life has a funny way of proving us wrong. Dan hidup mempunyai caranya sendiri untuk membawa kita ke jalan yang kita ga pernah mau, atau ga pernah terpikir untuk ambil. Sampe akhirnya dapet iklan ga lama setelah temen gue tanya itu. Terus gue mikir, kalo keinginan iseng aja bisa kesampean, apa kabar sesuatu yang gue niatin?! It's so hard for me to focus, I like doing a lot of things, I like writing, presenting, singing, modeling, sampe gue kadang bingung mau gue sendiri apa sih buat ke depannya. Tapi dengan beberapa project nge-MC, foto, bahkan jadi penulis kontributor majalah online berbasis di Amerika, gue nyadar kalo I'm a few steps closer to my dreams. Di salah satu acara radio gue pernah dengerin kalo passion seseorang diliat dari seberapa besar keinginannya melakukan sesuatu, bahkan saat ia tidak dibayar sepeserpun. Call me a hippie, but there's a lot of things in life that I do for the pleasure of it, not for the money. Bukan karena gue ga butuh uang atau gue itu pewaris hotel Hilton, but there's so many things in life that can't be measured with visible material.

Tapi hari ini gue belajar, that everyone's paths are different. It's not that life's unfair, no. Hidup itu selalu adil lagi. Cuma Tuhan kita aja yang terlalu kreatif sampe kadang otak kita ga nyampe apa aja skenario berikutnya yang udah Dia siapin buat kita. Kalo kita bandingin hidup kita sama orang, it will be endless, karena cerita kita dengan mereka ga sama. Gue bersyukur kalo di umur segini mungkin gue belum sampai di titik dimana gue merasa puas dengan semua yang gue udah capai, then again, I don't think I'll ever be satisfied with the things I've accomplished because it's human nature, to always want more than what they already achieved. Tuhan cuma punya 3 jawaban dalam hidup, "Engga," "Iya," atau "Tunggu." Kalo "Engga," berarti Dia udah siapin yang lebih baik. Kalo "Iya," berarti lo udah siap nerima rejeki-Nya. Kalo "Tunggu," berarti lo lagi disiapin biar ga 'kaget' atau ga siap nantinya. Intinya, timing Tuhan tuh paling pas. His timing is not yours. Tapi gue belajar satu hal: Proses sukses itu bisa cepat, bisa lambat, tapi kalo memang sudah takdirmu, Ia tidak pernah terlambat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment