The Ground Rules

Oke, oke. Gue akuin kalo gue bukan pakar hubungan atau bersertifikatkan psikolog ahli, terutama di bidang percintaan. But don't underestimate the knowledge of a girl who has gotten her heart broken many times. Ga perlu jadian puluhan kali, ga perlu punya satu grup khusus di BBM berjudulkan 'Mantan,' dan yang pasti ga perlu diputusin sampe nangis kejer sambil pasang kran kenceng-kenceng di kamar mandi, I know what hurts and doesn't. Mungkin lo pikir, "Tau apa sih cewe yang menyandang status jomblo selama 19 tahun?" Well, let me tell you... I know quite a lot. Sebenernya, kalo lo bisa tau beberapa peraturan simpel aja, lo bisa langgeng dalam berhubungan. Ya, tentunya dengan faktor pasangan yang mendukung ya. Kalo pacar lo playboy Pasar Baru, ya mau peraturannya ditulis di UUD 1945 juga ga bakal ngaruh.

Lo pernah ga sih punya temen yang selalu ngasih saran tentang hubungan atau percintaan tapi dia selalu jomblo? I enjoy being that type of friend. Gue itu lumayan theory oriented, alias terpaku sama hal-hal yang berbau teori. Intinya, ga perlu praktek juga kan untuk tau mana yang salah, mana yang engga? Emang harus bunuh orang buat tau itu dosa? 

Oke, kembali ke topik awal. Peraturan dasar. Ini adalah beberapa hal yang bisa gue simpulkan dari pengalaman, baik dari cerita kawan-kawan tercinta sekalian:

1. 'Aku-Kamu' dengan lawan jenis selain pasangan (atau orang tua) is a big no-no

Kita tinggal di era yang pastinya sudah sangat maju, baik di teknologi maupun bahasa sekalipun. Kalo dulu penggunaan "Aku-Kamu" adalah simbol kesopanan dalam berbahasa, sekarang orang nanggepinnya dengan modus mengarah ke PDKT yang udah ga biasa. Jadi misalnya, ngomong "Gue tidur dulu ya" diganti perlahan dengan "Aku tidur dulu ya" bisa memancing pemikiran adanya ketertarikan dari si pengguna "Aku-Kamu" tersebut. Coba cek orang-orang yang di sekeliling pasangan kamu, apalagi kalo dulu dia terbiasa ngomong "Gue-Lo" dengan seseorang dan all of the sudden jadi "Aku-Kamu." Hmm hmm hmm, patut dipertanyakan. (Tidak bermaksud jadi kompor atau memanas-manaskan) Ada baiknya cari tahu, atas dasar apa sih dia ngomong pake "Aku-Kamu," karena dari hal kecil seperti penggunaan "Aku-Kamu" aja, bisa menanam pemahaman-pemahaman yang salah, bisa dibilang "Aku-Kamu" bisa jadi indikator 'seberapa jauh' sih seseorang berhubungan dengan pasangan kamu. 

2. Modus dan tebar pesona can be considered as cheating 

Well, realistically, everything you do that you don't want your partner to find out about, can be considered as cheating. Kalo dia modusin seseorang dari BBM, atau lebih frontal lagi yang bisa seluruh dunia tau, via Twitter, kesetiaannya patut dipertanyakan. Apalagi, yang lebih jleb jleb (tinggal lep) adalah saat lo tau dia masih TP-TP sama mantan. Woalah, gue anjurin sih lo tinggalin daripada nanti ditinggalin. Intinya, kalo dia beneran sayang, dia akan jaga perasaan lo dan ga akan mencoba nyakitin lo dengan perilaku dia, baik yang kelihatan maupun yang ga kelihatan, disengaja maupun yang tidak disengaja. Karena tebar pesona bisa dibilang memberi secerca harapan kepada mereka yang membutuhkan, eh bukan... Maksudnya kepada mereka yang selalu haus akan pengharapan. Sebagai cewe yang akan 'dimangsa' cowo, ada baiknya ga terlalu ngeladenin, karena kalo ngeladenin tapi ga bermaksud mau jadiin, ntar dibilang meng-Friendzone-kan alias menjebak pria dalam berpikir mereka punya harapan tapi ternyata hanya sebatas teman. Kalo cowo sebagai 'pemangsa,' ada baiknya berhenti mencari hamburger saat kamu sudah punya steak di rumah. Intinya, jangan ngasih harapan palsu ke orang, both man or woman. So throw away The Single Mindset. Faktanya adalah: You're not single anymore, get over it. Stop acting like you're single and making everybody think that you're available. Kamu ga bisa melakukan hal-hal dengan mindset masih jomblo. Inget, ada pasangan yang harus kamu pikirin perasaannya.

3. Alasan, alasan, alasan... Semua orang mempunyai batasan

When you love something, you'll work it out. If you don't, you'll find an excuse. Kangen, tapi ga ada usaha ketemuan. Sayang, tapi selalu menimbulkan kegalauan. Ga pernah mau disalahin, selalu bisa membuat lo jadi merasa bersalah, excuses after excuses after excuses... Mau sampe kapan? Udah diomongin berulang kali, masih aja ngulangin kesalahan yang sama. The thing with being attached with someone who knows you too well is that, they'll know how much they hurt you but they also know you'll stick around. Jadi berhenti membuat alasan dan mulai saling jaga perasaan. Intinya, sebelum lo ngapa-ngapain, tanya deh ke diri lo sendiri, "Mau ga kalo gue yang digituin?" atau "Kira-kira dia diginiin sakit ga ya?"

4. Speechless? Try saying "Sorry"

Pernah ga sih, saking ga tau mau ngomong apa, sampe bener-bener ga bisa berkata-kata? Entah sakit, atau kaget, atau ga siap hadepin kenyataan, we all been through that, haven't we? Gue sadar kata 'maaf' ga selalu langsung memperbaiki hubungan, but it's a start. It's a start that you want to make peace with that person. Karena kadang hubungan itu bisa menyakitkan, ada kalanya lo ga terima apa yang pasangan lo lakuin, but at the end of the day, you have to forgive them, atau bahkan jadi orang yang berbesar hati dan minta maaf duluan. Mana ada sih hubungan yang selancar jalan tol di libur Lebaran, semua pasti melalui cobaan-cobaan dan kegalauan-kegalauan sesuai kapasitas per pasangan.

5. No Third Parties Allowed

Apalagi sih yang bisa lo jamin ke pasangan lo kalo bukan hati lo? Ga usah ngomong cinta-cinta kalo lo ga bisa menghargai dia sebagai pasangan lo satu-satunya. Karena saat lo berani membagi hati lo, disitu lo udah kehilangan respect pasangan lo. Kakak-Ade, that 'Best Friend' of yours, whatever you call it yang udah berbau-bau menyimpang, mending itu semua dibuang. Makanya, saran gue adalah, sebisa mungkin jangan curhat ke lawan jenis. Saat lo curhat, ke temen baik lawan jenis sekalipun, itu akan menimbulkan simpati. Nah, simpati ini nih yang bahaya. Karena simpati bisa jadi awal dari rasa yang lebih. Sudah terbukti, ga ada Kakak-Ade yang murni. Mau pihak cewe, atau cowo, pasti salah satu, atau ga dua-duanya, masih ada unsur 'ngarep.' Kalo ga adapun, bisa ada lama-lama dengan berjalannya waktu. Ya iyalah, secara kalo berantem sama pasangan, curhatnya ke si 'Kakak' atau 'Ade' ini. Ya gimana ga mau beneran suka kalo yang dicari 'cadangan' tersebut saat yang 'utama' lagi ga menyenangkan? Kakak-Ade, Temen Bae, apapun panggilannya, di saat dia yang dicari saat kegalauan melanda hubungan, sorry to say nih, "Ga ada apa-apa" itu malah yang kadang patut dipertanyakan. Intinya, lo ga mencari lagi. Nanyain nomer HP, centil lewat BBM... Karena jadian adalah perjanjian bahwa lo berhenti melakukan pencarian. Nah, kalo dia masih suka 'nyari-nyari'... Ya, jawabannya udah tau lah sendiri. If you intend to make someone your only one, then don't make them question it.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment