Pantang Pulang Sebelum Padam

When you lose something you can't replace... Could it be worse?

Gue baru-baru ini nonton dua film yang peran utamanya dimainin sama Jennifer Aniston. Gue udah jatuh cinta dari jamannya dia muncul sebagai Rachel di serial TV, F.R.I.E.N.D.S. Entah kenapa, mau nonton berapa kalipun, gue bakalan tetep ngakak nonton setiap episode-nya. Dua film yang gue nonton baru-baru ini judulnya Love Happens dan Just Go With It. Film Just Go With It sih udah pasti komedi mentok deh, secara dia main bersanding sama Adam Sandler. Love them both, such a funny couple, love them whenever they play a romantic comedy movie. Kalo yang Love Happens, agak lebih ke romantic drama, Jen-An main barengan Aaron Eckhart, si muka unik yang jadi Two Face di Batman.

Chapter I. Sometimes, despite your best efforts otherwise, life will give you lemons. When that happens, you've got two choices, friend: you can wear a sour face or make lemonades.

Mengambil kesempatan dalam kesempitan, itulah yang kurang lebih menjelaskan tentang apa yang Burke (Aaron Eckhart) lakukan di film ini. Film Love Happens bercerita tentang cowo yang menulis buku bagaimana dia bisa "move on" dari kematian istrinya. Dipuncak karirnya sebagai seorang penulis; disibukkan dengan book signing, seminar dan workshop, dia bertemu dengan Jennifer Aniston, a.k.a Eloise. 3 tahun setelah kematian istrinya, Burke akhirnya mencoba membuka hatinya untuk Eloise. Tapi semakin ia mendalami hubungannya dengan Eloise, semakin dipertanyakan juga kejelasan masa lalu Burke. The truth is, Burke mengajarkan orang lain bagaimana caranya bangkit dari masa lalunya, tapi ia sendiri masih belum "make peace with his past." Menyedihkan sih, ngeliat gimana Burke mencoba "menyembukan" luka orang lain dengan bukunya saat ia sendiri masih belum sembuh dari luka lama. Singkat cerita, kejujuran Burke tentang apa yang ia tulis di bukunya akhirnya terungkap, karena di bukunya tersebut, ia menuliskan kalau istrinya yang menyetir saat kecelakaan yang merenggut nyawa istrinya itu terjadi. Kenyataannya adalah bahwa Burke-lah yang menyetir saat kecelakaan yang terjadi di malam hari saat cuaca buruk itu terjadi. Ia hidup dengan perasaan bersalah sampai ia sendiri tidak datang pada acara penguburan istrinya.

Yang menyedihkan adalah saat Burke memberitahu semua orang di salah satu seminarnya tentang apa yang benar-benar terjadi, ia menceritakan semua detail yang terjadi malam itu. "We were arguing on the way home. We were arguing about paint colors." Dan ga lama kemudian, kecelakaan itu terjadi saat hujan deras turun dan akhirnya Burke hilang kendali. Come to think of it, it's kinda funny how it works, right? How the littlest arguments can cause the biggest problems? I mean, paint colors? Beradu argumentasi soal cat dinding rumah dan beberapa saat kemudian, orang itu ga ada untuk mendengar ocehan debat kita. Kadang kita berdebat soal hal kecil sama nyokap, sama bokap, sama orang tersayang. But then, you'll never know when's the last time you're going to see them, do you? What if it was your last? Would you say or do the same? Ternyata statement yang digunakan sama pemadam kebakaran itu bisa dijadiin panutan: Pantang pulang sebelum padam. Don't hold your anger until you go to bed, or even until the sunset. Kita ga pernah punya jaminan tentang hari esok, tentang enam jam ke depan, tentang satu menit kemudian. Just live your life like it's your last.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

In Life & In Love

There are places I remember all my life; though some have changed. Some forever, not for better. Some have gone and some remain.

Gue sampe di titik dalam hidup gue dimana kalo diri gue di masa lalu ketemu sama diri gue di masa sekarang, diri gue sendiri di masa lalu ga ngenalin diri gue di masa sekarang. Ngerti ga sih? Ga ngerti, ya? It might not be the best opening, but right now, it's how I'm feeling. Ibaratnya kalo ulet, gue sekarang udah jadi kepompong, kenapa gue ga bilang kupu-kupu, karena gue merasa gue belom sampe di titik itu. Dan mau gue usahain kayak apapun juga, if it's not my time to blossom, then I won't bloom.

Semua telah berubah. Pola pikir, attitude towards people, even little things like what I eat and what I do towards the Earth like minimal usage of plastic. Dari yang kecil, sampe ke hal crucial seperti gimana melihat masalah dan cara memecahkannya. Jeleknya adalah, gue menitikberatkan segala masalah gue pada diri gue sendiri. I should have done this, I could have done that, those thoughts make me look like someone who has trouble moving on. Dan itu emang bener. I gotta say, gue bukan orang yang paling hebat dalam hal lupa-melupakan. If some things go wrong, I blame myself. And when I say things have changed, it's not just physically, it's emotionally and mentally as well. Susah banget untuk tetap tenang saat masalah berdatangan, tapi itu dia justru yang jadi tantangan. Kadang kita mikir, "Gue ga mungkin jadian sama cowo yang botak." Eh, ga lama kemudian, malah naksir. Atau, "Gue ga mungkin kerja di bidang itu." Eh, diberikan kesempatan dan lo mengambilnya. Gue sadar satu hal, that life has a funny way of proving us wrong. Semakin kita ga mau ngelakuin sesuatu, semakin akan dibawa untuk menghadapi semua itu. Nyadar ga sih, kebanyakkan ujian terjadi setelah kita bilang, "Gue ga mungkin..." dilanjuti oleh 'secret wish' yang lo ga inginkan terjadi, malah berakhir kejadian beneran sama lo. Lo ga mungkin suka sama orang Chinese? Nanti malah jatuh cinta. Lo ga mungkin lanjutin studi lo di luar negri? Nanti dapet beasiswa. You see, all these things in life are sometimes so unpredictable, but that's what makes life so wonderfully incredible. It makes me realize: Apa sih yang pasti dalam hidup ini? Dan gue bisa menyimpulkan: Apa sih yang ga mungkin dalam hidup ini?

Dalam hidup dan dalam cinta, ikhlasin semua hal yang di luar kendali kita. Karir itu kayak cinta, banyak yang menjanjikan tapi cuma hati yang bisa buat pilihan. There are times that we may think that we're not in the right place, but you know what, wherever you are, you're just in the right place. Karena sebelum kita meminta atau bahkan memikirkannya, semua udah lebih dulu terancang dan terencana.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS