Si Pemimpi

Pernah ga sih lo merasakan hidup lo akan berubah? Lo bangun setiap pagi, dan ga ada yang berubah banyak... Bau sarapan yang lagi dimasak masih tercium dari kamar, suara nyokap lagi bebenah, denger kakak nyanyi-nyanyi pake gitar. Come to think of it, nothing changes much. Tapi gue tau gue bangun karena suatu alasan dan tujuan. Kayak hidup ini ga cuma gue yang hidup, gue hidup buat sesuatu yang besar, lagi disiapin buat sesuatu yang besar. Seperti seseorang yang gue kenal.

Dia anak bungsu dari beberapa bersaudara, tapi saudara-saudaranya menolak dia, bahkan membuangnya dari keluarganya. Kenapa mereka membencinya? Because of his dreams. Dan dia gak langsung mencapai mimpinya karena dia disingkirkan, tapi tau dia mulai darimana? Dari nol, dari bukan apa-apa. Akhirnya di masa mudanya, dia cuma jadi pesuruh, bahkan saat dia bekerja secara jujur dan rajin, dia masih di fitnah oleh istri atasannya. Karena satu dan lain hal, akhirnya dia harus masuk penjara. Karena
personality-nya yang lovable dan hatinya yang mulia, atasan penjaranya pun menjadikan dia sebagai seseorang yang dipercaya walaupun di penjara. Karena talentanya yang unik dan hatinya yang baik, akhirnya pimpinan negara itu menjadikan dia orang kepercayaannya. Mungkin kelihatan kayak cerita yang dibikin-bikin, tapi percaya ga percaya, ini terjadi sama Yusuf, si pemimpi. Bahkan keluarganya sendiripun, tempat awal keberadaannya di bumi, ga mendukung dia. Tapi mimpinya ga berubah, dan tau apa juga yang ga berubah? Rencana Tuhan buat hidupnya.

Kapan sih terakhir kali lo bermimpi? Bahkan sesuatu yang kelihatannya jauh dan ga mungkin banget? Menurut lo, mungkin ga Steve Jobs langsung jadi atasan yang disegani di Apple? Pasti ga kan? Pasti semua dimulai dari ide yang dikira orang gila. Coba dia dengerin kata orang, mungkin kita ga bisa menikmati iPod, iPhone, Macbook, dan lain-lain. Ide kreatif dan gila seorang Steve Jobs membuat dia menjadi salah satu Executive Producer di film Toy Story. Guess what? He's adopted. Imagine how adopted kids can be. Their mental stability, their emotional reactions, pasti beda sama seseorang yang dilahirkan di keluarga biologisnya.

The thing about dreams are, you don't have the map to get there, but there is a big picture of how it's going to be. Ya mungkin lo mikir, what does she know? She is in no place where she can say these statements. Maybe you're right. But maybe, you're just in the right place where I'll prove you wrong.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment