Boy (Toy) Story

Inspired by one of Disney's best, Toy Story.

Hari ini entah kenapa, gue keinget sama cerita jadul-nya Disney, Toy Story. It is one of my favorites, such a classic, it's an irony compared to cartoons these days. Tapi gue nge-post ini bukan untuk ngebahas kartun tersebut. Gue yakin udah banyak orang yang ga asing sama kartun ini, dan lewat film tersebut, gue menemukan teori baru tentang berhubungan.

Pernah ga sih, lo pengen banget beli sesuatu, tapi pas udah beli, rasanya ya biasa aja? Ga se-spesial saat lo mengidam-idamkannya. Bahkan mungkin tersirat rasa menyesal setelah membeli barang tersebut. Mungkin karena sadar kalo kita ga butuh-butuh amat, atau mungkin merasa barang itu ga sebagus yang lo kira saat lo belum memilikinya. Itu sangat manusiawi menurut gue. Saat belum memiliki sesuatu, barang itu tentu terlihat jauh lebih menarik dari sebelum jadi hak milik.

Waktu Andy memiliki Woody, Woody merasa dia mainan paling beruntung sedunia. Walaupun banyak mainan yang sepertinya, dia merasa berbeda dari mainan lainnya. Ada yang tau ga kenapa? It's simple, dia spesial karena ada cap nama 'Andy' dibawah sepatu boots-nya. Then along came Buzz. Yang pahit bagi Woody adalah dia tau kalo Buzz lebih menarik dari dirinya. Lebih bisa ini itu, lebih baru. Bahkan Woody sempat merasa minder karena tangan yang terbuat dari kainnya itu robek. Ia berpikir kalo Andy tidak akan mengingininya seperti pertama kali. That's the thing about relationships, just like toys, new ones will always seem more attractive. Tapi satu hal yang ga bisa dengan gampangnya lo lupakan adalah siapa yang ada buat lo saat seneng dan susah, apakah si dia yang baru inikah? Yang jadi penyemangat hari lo, yang jadi sahabat saat lo butuh. Yang tau cerita-cerita lo yang gak pernah lo ceritain ke siapa-siapa.

Semua manusia pasti pernah ada di titik dimana mereka merasa kesepian. Bukan sendirian loh ya, tapi kesepian. Itu dua hal yang jauh berbeda. Sampai akhirnya mereka menemukan seseorang yang buat mereka merasa nyaman, ujungnya jadi membangun suatu hubungan. Hubungan itu bukan sekedar sering mention-mention an yang manis-manis di Twitter, atau pengakuan lewat status Facebook. Bukan cuma posting-an menye di blog atau Tumblr. Bukan juga quote atau lirik lagu yang ngingetin sama pasangan lo. Hubungan itu ketika dua jiwa saling menyatu dan cintanya tak lekang oleh waktu. Hubungan yang dibangun dari kejujuran, keikhlasan, sampai tujuan meraih masa depan. Menurut gue hubungan yang sehat adalah ketika mereka sadar kalau tanpa pasangannya mereka tidak akan menjadi orang yang lebih baik. Sama seperti mainan, wajar aja dan pasti ada rasa bosan, jenuh bahkan mungkin di titik pengen cari baru. Tapi hubungan itu bukanlah sesuatu yang kalau rusak, langsung ganti baru. Sama seperti mainan, kalo rusak dan masih bisa diperbaiki, kenapa engga? Relationship is not fun and games, it's about making through the good and bad, ending up with the same last names.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment