Walk The Talk

A lot of people can talk the talk, but can you walk the talk?

Mungkin buat yang belum familiar sama pribahasa di atas, atau agak sedikit bingung cara menginterpretasikan ke kehidupan sehari-hari, santai aja siiiiik... Ini cuma blog iseng, bukan majalah Tempo. Kemaren adalah hari ulang tahun John Lennon, the ever-so-famous Beatle, dan gue teringat oleh lagu yang dibuatnya yang berjudul Imagine yang terkenal di seluruh pelosok dunia. Isn't it kinda ironic? Dimana dia mendeklarasikan ke semua orang tentang keinginannya akan perdamaian, tapi di rumah tangganya sendiri, hubungannya antar dirinya dan anaknya, tidak ada rasa damai sama sekali?

Kayak Michael Jackson, icon musik yang ga asing dan lewat musiknya bisa langsung bikin semua orang pengen joget, seketika menganggul-ngangguk mengikuti irama lagu saat lagunya diputarkan, tapi sebenernya yang butuh dihibur adalah dirinya sendiri?

Atau Jim Carrey, seorang sosok komedian terkenal, bisa membuat begitu banyak orang tertawa saat melihat aksinya di layar lebar, namun bahkan mantan istrinya sendiri mengakui kalau sebenernya ia bukanlah pribadi yang menyenangkan seperti yang dikira orang.

Bisa juga dipersempit ruang lingkupnya; seperti dokter contohnya, seseorang yang ahli dalam menyembuhkan orang, namun siapa yang mengira jika ia sendiri mengidap penyakit kanker yang tidak bisa disembuhkan bahkan oleh dirinya sendiripun?

Ya, mungkin hidup ini tidak adil, tapi Tuhan selalu adil. Setiap orang punya porsinya masing-masing. Tapi semua yang bisa dilihat kasat mata, belum tentu sama indahnya dengan realita.

Intinya, ga semua orang yang lo lihat sebagai penghibur, penyembuh, penyelesai masalah orang lain berarti hidupnya bebas dari masalah tersebut. Bisa jadi dia cuma memakai topeng agar semua orang percaya sama profesi yang dikerjakannya. Then again, everyone wears a mask, right? Semua orang kalo ditanya, "How's life," mereka hanya bisa menjawab, "All good." Kenapa? Because it's easier to say that it's all going right than to explain why it is not. Karena ga ada yang tau apa yang sebenernya mereka alami, ga ada yang pernah tau apa yang sebenernya terjadi.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Why Women Ask Questions & Why Men Can't Handle Them

"Women need men like a fish needs a bicycle... EXACTLY! We don't need men. It's men who need us."

Berapa banyak pria yang akan membenci gue karena meng-quote statement di atas di awal blog. Sebenernya udah terbukti, udah menjadi fakta, atau bahkan udah kodratnya kalo wanita bisa lebih hidup sendiri dan hidup mandiri. I mean, contoh simple-nya aja, kalo putus, yang lebih cepet cari pengganti siapa? Pria atau wanita? Cenderung pria, kan? Mau ngomong, "Aku ga bakal bisa gantiin kamu," atau "Aku mendingan sendiri daripada gak sama kamu." Give them 6 months top! Nanti juga ada pacar baru, all those things men say are strictly crap. 

I have a friend who is doing well with her business, dia seorang shop owner, umur 23 tahun, setahun minimal 2 atau 3 kali jalan-jalan ke luar negri, masih betah ngejomblo. I asked her why, kalo aja dia punya pasangan, hidup dia sempurna. And her answer is simple, "Men think it's women who are complicated, yang sebenernya wanita think the opposite." Setiap wanita pasti pernah merasa kalo cowo juga rumit, tergantung pengalaman si wanita ini dengan pria bagaimana definisi 'rumit' dalam kamus percintaan mereka. 

Kurang lebih rumitnya pria bisa dirangkum dalam satu kalimat, "Ga diladenin, nyamperin. Diladenin, malah ngejauhin." Take for granted, jenuh, pada dasarnya emang relationship equals drama, ya gak sih? Tapi bukannya semakin lo menjauhkan diri dari sesuatu yang lo ga suka, semakin disudutkan untuk menghadapinya? 

Pria pada dasarnya love the chase, alias mereka akan melakukan hampir segalanya untuk mendapatkan wanita. Wanita pada dasarnya peka dan sensitif terhadap perubahan, jadi apapun yang dilakukan pria dalam hubungan akan menjadi tolak ukur dari saat pendekatan. Pria pada dasarnya bisa memutuskan hubungan semudah memotong tali, wanita pada dasarnya akan menuntut penjelasan terhadap perubahan yang pria lakukan. Pria pada dasarnya ingin yang mudah, mempersingkat segala sesuatu biar ga ribet. Wanita pada dasarnya ingin menyelesaikan masalah sampai tuntas. Pria pada dasarnya akan mati-matian di awal dan akan merasa puas saat telah mendapatkan, sehingga usaha yang ia keluarkan tidak segencar di awal. Wanita pada dasarnya tidak akan tertarik di awal, namun saat ia sudah jatuh hati dengan seseorang, mereka akan melakukan apapun untuk menjaga hubungan. 

Yes, it's men who choose women, but it's the women who keep the relationship going most of the time. Mungkin salah satu bukti kalo peran wanita penting dan ga bisa dianggap remeh adalah kalo kehidupan itu sendiri dimulai dari wanita. Lo lahir dari Nyokap, kan? Ya iya kali lo lahir dari Bokap lo, serem bet dah. Riset aja udah ngebuktiin, kalo duda (yang tidak mempunyai pasangan setelah berpisah) akan lebih cepat meninggal dibanding janda (yang tidak mempunyai pasangan setelah berpisah). Pasti deh, kalo masalah jomblo, cewe lebih bertahan dan lebih betah lama-lama. Tapi ga cuma betah sendiri aja, cewe juga betah berkutat pada memori yang lama-lama, which makes us so much harder to move on. Pada akhirnya, sendiri atau berdua, yang diinginkan pria dan wanita adalah untuk bahagia.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Satu Dari Seribu

Tuhan memang menciptakan miliaran orang di muka bumi, namun kenapa dari sekian banyaknya manusia, Ia hanya memberikan kita satu pasangan hidup? Karena Ia ingin mengajarkan kita bahwa satu saja cukup. Satu, jika ia adalah yang orang yang benar, takkan membuatmu menyesal. Manusia tidak pernah luput dari kesalahan, jadi memang wajar kalo manusia mengecewakan, tapi pertanyaannya adalah, apakah ia membuatmu menyesal? Membuatmu mengeluarkan kata-kata seperti, "Ia bukan yang terbaik untukku."

Bicara soal yang terbaik, tentu saja takkan ada habisnya. Di atas darat ada langit, di atas langit ada lagi langit yang lebih tinggi. Kadang bukanlah yang terbaik, atau yang serba 'paling' karena kadang seseorang yang mendekati sempurna saja masih membuat kita merasa hampa di dalam, karena tidak ada yang terbaik. Pencarian untuk mendapatkan yang terbaik akan melelahkan, karena kamu tidak akan pernah merasa puas. Pada akhirnya bukan yang paling sedap dipandang, tapi yang mengerti dirimu bahkan kadang lebih baik dari dirimu sendiri. Bukan yang paling bisa membahagiakan dengan materi, tapi mengisi kekosongan batinmu tanpa bahkan mengucapkan sepatah katapun.

Ya, aku rasa itulah yang terindah. Untuk menemukan satu di antara seribu. Kebanyakkan hanya datang dan pergi, tidak memberikan kesan yang mendalam, sampai akhirnya seseorang datang dan memberikan rasa yang berbeda.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Catatan Mahasiswi: Introduction


Setelah dua tahun postpone keinginan untuk ngelanjutin ke Universitas, akhirnya hari ini, tanggal 5 September 2012, gue sah menjadi seorang mahasiswi. Mungkin lo nanya, "Two years?! Ngapain aja lo?" Well, a lot. Gue ngajar, gue nge-MC, gue modeling, gue kerja lah pada dasarnya. Dan bener kata kebanyakkan orang, kerja tuh bikin lo lupa diri. Tau namanya nyari duit bikin gue nyaris lupa sama keinginan awal gue. Gue juga bukan tipe yang ngoyo pengen dapet gelar biar keliatan pinter, jadi gue ngerasa kenapa engga nyari duit dari usia muda? Toh halal, toh di luar negri juga banyak kok orang yang udah kerja seumur gue, toh gelar ga dibutuhkan kan?
Well, I was wrong. Seberapa besar keinginan gue membuktikan kalo lo ga butuh gelar untuk make it in this life, gue ga bisa. Karena sistem telah mengalahkan segala pembenaran di otak gue. Cause apparently, in Jakarta specifically, you are what your major is.
Ya, begitulah kurang lebih pendoktrinan dari generasi ke generasi. Seberapa baik skill lo, seberapa besar talenta lo, ga akan dianggep kok. Mereka butuh sepucuk kertas untuk membuktikan kalo lo berharga.
Kesian ya? Kesian sama orang-orang yang ga mendapatkan kesempatan yang sama.
Hari pertama dan gue udah belajar banyak. Awal hari yang dimulai dengan motor yang mogok dan nyaris terlambat bukan sesuatu yang ada dalam benakku saat bangun pagi tadi. Hari pertama belajar tentang Advertising, alias Periklanan. Gurunya terlihat kece walau umur ga bisa lagi boong. Ya, pada akhirnya semua orang mencoba untuk 'menjual' diri mereka dalam kemasan yang lebih menarik, bukan? Dia seorang lulusan Amerika, gelar Masters pula. Dia punya Advertising Agency sendiri, and so I can't help but ask, "Why teach?" Jawabannya simple, katanya karena it's fun. Jawaban yang mengejutkan adalah saat dia bilang dia butuh teman. Dia bilang saat client membutuhkan dia, ya berarti basa basinya pasti seputar kerjaan, atau kalo dia mencari sang client, ujung-ujungnya karena butuh project. Which makes me realize, everyone in the work cycle will just come across as professional companionship, not a personal bond. With students, dia bisa sharing, bisa ngobrol banyak. Dan yang dia pelajari dari dosen Indonesia adalah kebanyakkan dari mereka pelit ilmu, seakan takut tersaingi oleh muridnya. Sedangkan yang ia dapatkan dari Amerika berbeda, bahwa lecturernya selalu memberikan lebih dari seharusnya. Bahwa ia selalu mendapatkan ilmu yang diluar textbook saja. Makanya ia ingin menjadi guru yang seperti itu. A lecturer who shares every aspect of knowledge.
Pelajaran berikutnya adalah General English, something I really felt safe with. Tapi aku bertekad dalam 3 tahun ke depan, aku tidak akan mencoba menjadi murid menonjol. I hate being the teacher's pet because my friends would think I'm trying to steal the spotlight. Jadi gue berkeinginan untuk lay low, just be invisibly good. Ga mesti jadi murid yang bersinar, hanya biasa saja tapi yang kualitasnya bagus.
I'm really thankful though, for college and my job. Sepulang dari kampus, gue jalan menuju studio KIS FM, which is located on top of Grand Indonesia. Gue berpikir pada diri gue sendiri, banyak anak yang physically talented, but academically challenged. Mereka bisa jadi atlit, bisa jadi penari profesional, tapi ga dianggep karena mentok di gelar. Kembali lagi, menurut gue setiap orang diciptakan berbeda, kalo ditekan dengan keberadaan gelar malah membuat seseorang merendahkan dirinya. Gue bukannya mengiyakan seseorang saat ia mau putus sekolah, no. Junjunglah pendidikan setinggi langit, tapi apakah tingginya pendidikan jadi takaran keberhargaan seseorang? Ga juga. Think of a diamond as an example. If it was in a jewelry store, it would have value. But if it was in the mine, it's worthless. But it is still a diamond, isn't it? It doesn't make it less valuable, just not the same chance to prove to the world what its value really is. Chance. Why we think life is unfair. Well, at the end, we're all robots living a system. Kita cuma ikutin prosedur. Hidup, sekolah, kerja, mati. Kalo ada yang keluar jalur dikit, dianggep salah. Padahal bukan orang yang menulis takdir seseorang, tapi Tuhan. Masih ada gitu yang nganggep skenarionya Tuhan? Bukannya pada sibuk merancang skenario mereka sendiri?

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

You Win...

Ya, kalian menang. Kalian selalu jadi yang diutamakan, dan aku hanya hidup dalam bayang-bayang. Cape juga ternyata hidup berpura-pura. Berpura-pura gapapa. Berpura-pura ga terganggu. Ya… Silahkan.
Obrak abrik terus hubungan saya. Orang emang paling ga seneng liat orang lain bahagia. Iya, saya ngalah. Saya ngalah karena saya bahagia liat orang yang saya cinta bahagia. Walaupun bukan saya alasan di balik sebuah senyuman. Bukan bermaksud ga mau memperjuangkan apa yang saya cinta, tapi saya harus tahu batasan antara terus mencoba dan tahu kapan harus sudah merasa cukup dalam berusaha.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Yaudah.....

Mulai sekarang gue ga akan temenin lo ketemu groupies lo. Cape gue berdebat soal bedain apa yang profesional dan apa yang personal. Yaudah. Gue akan kasi lo kebebasan mau ngapain aja. Tapi sekali lagi… Sekali lagi lo main hati… I’m done.
Ga cuma sekali dua kali, tapi lo udah melakukannya berulang-ulang kali…
I never met any of my Grandpas, but when I saw your Grandpas, Kakung, and when I saw Gongka, gue tau cowo kayak apa yang gue mau. Cowo yang nyadar apa yang dia punya, betapa berharganya wanita yang mendampinginya. Lo yang bilang, siapa juga sih yang mau hidup sendiri? Yaudah…
Gue emang bukan orang yang dulu punya pemikiran yang selalu ingin sendiri, tapi setidaknya gue sekarang tau gue mau cowo yang merasa cukup dengan satu cewe. Emang lo bakal menghabiskan hari-hari lo sama groupies lo? Mereka ada pas lo ngeluh-ngeluh lagi cape atau merasa ga enak badan? Ya mungkin quote itu bener, “Don’t take anyone for granted. You might lose a diamond while you’re too busy collecting stones.”
No. Enough with being ignorant. Enough with pretending I don’t have feelings. The more I try not to care, I just prove myself that I really do care. Gue ga butuh cowo ganteng-ganteng. Please ya, gue ketemu lo tuh masih gendut, rambut gondrong, bahkan siapa yang bikin lo galau sampe dapetin image Penyiar Galau lo itu?
Gue ga butuh medali apresiasi, but at least make me feel appreciated…
Cape gue liat lo bagi-bagi hati kayak lo masih sendiri. Perlu diingetin lagi? Lo udah ga sendiri… Lo ga sendiri. I really don’t know what else to do. Semua orang sabar juga ada batasnya. Kalo kata lagu Jason Mraz, I don't ask for much, just be honest with me.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Burung @IndraHerlambang

Beberapa hari ini lagi demen-demennya ngebongkar abis soal buku Kicau Kacau karya Indra Herlambang. I know, I know... Not a new book, tapi best-seller akan terpampang cantik di toko buku sampe pamornya pudar, kan? Atau at least sampe ada berjibun buku best-selling lainnya yang berhasil menggeser posisi best-selling books sebelumnya. Atau malah sampe berakhir di rak buku pribadi di rumah. Whichever comes first. Dari sempet ngobrol via Twitter sampai pernah ketemu langsung (Cieh sok eksis banget padahal boro-boro dia masih inget gue sekarang), gue bisa nebak kalo dia seorang sosok yang cerdas dan brilian. But even by then, gue masih ga habis pikir dia bisa nulis buku. Ya, dari cara pembawaan diri dia di TV, gue bisa nebak dia itu cowo metroseksual, which results to being in love with himself, atau bahasa kerennya 'narsis.' Jadi kesimpulan terakhir gue sebelum kenal dia lewat buku ini adalah: "Ah, paling isi bukunya cuma pamer soal karir dia, ngewawancara artis, jalan-jalan ke luar negri atau pamer otot dengan foto di kaca pake Blackberry (Ya kale)."  Gue udah lama follow Twitternya. Semenjak dia jarang nge-Tweet, gue berpikir kalo bisa ketemu di Timeline itu mahal, alias pasti gue inget deh seberapa meaningful atau random Tweetnya Indra hari itu. Kenapa gue kasi judul "Burung @IndraHerlambang"? Alasannya  karena dia diumpamakan sebagai burung di buku ini, isinya semua kicauan jenius (atau absurd) nya. Cara berpikirnya itu lumayan eksentrik, abstract, but relatable, which is fun to read. Lawakannya juga di perbatasan garis adat Timur dan Barat, jadi aman lah. Ga frontal, ga kuper. Ya buat seseorang seumur dia, untungnya market anak muda masih bisa enjoy baca. Serunya adalah buku ini adalah kumpulan cerita nyata karya Indra sendiri, jadi kalo mau baca dari sisi manapun, masih seru tuh. But not your typical bedtime story you would want to read to your kids/little brothers and sisters, karena ada pembahasan yang cukup dewasa. Satu bahasan favorit gue ada di Bab 2 cerita ke 6, yaitu penjelasannya tentang perasaan cinta yang terpengaruh oleh unsur kimiawi, intinya tentang pembahasan selingkuh yang bisa dijelaskan secara teori. Jadi ada sebuah penelitian kalo rasa ketertarikan lo dengan seseorang itu disebabkan bukan dengan gejolak tak terduga di jiwa, tapi karena pengaruh hormon di tubuh juga, yang menjelaskan kenapa orang setelah berpasangan-- bahkan berumah tangga sekalipun-- masih bisa tertarik dengan orang lain. Secara ga langsung mungkin artikel yang Indra baca itu mengesahkan orang selingkuh unyu atau flirting kecil; secara rasa tertarik itu datang dengan sendirinya, dengan orang tak terduga, di saat yang tak termasuk rencana. Gue langsung lemes baca bagian itu, muncul banyak pemikiran dan pembelaan yang siap melawan penelitian itu. Dan lagian, ini lagi, ngapain disebarluasin fakta sesat itu di buku? Mentang-mentang cowo jadi dia bisa seenaknya dapet pembenaran soal perselingkuhan, gitu? Wah, siap neror via Twitter nih gue! But I was surprised by his next statement, bagaimana seorang Indra Herlambang menentang pemikiran itu. Terlebih lagi, gue suka caranya mengungkapkan opini pribadinya itu. Dia bilang manusia itu kan diciptakan dengan kekuatan paling besar di bumi, yaitu kekuatan memilih. Makanya mau seberapa besar ketertarikan seseorang terhadap orang lain, saat dia sudah memiliki pasangan, seharusnya secara sadar juga dia memilih untuk setia. Gue baru tau kenapa Indra bisa 'nyampe' ke pemikiran itu, alasannya adalah sesimpel karena seorang Indra Herlambang pernah diselingkuhin juga. Oh... Gini toh alasan kenapa dia bisa ngomong gitu. Tapi emang gue percaya kalo seseorang bisa ngomong yang 'ngena' banget, itu karena dia pernah ngalemin sesuatu yang ngubah hidupnya, baik cuma bagian kecil maupun seluruh hidupnya.

"Percaya deh, sebagai salah satu orang yang pernah menjadi korban, saya tahu sekali seperti apa rasanya dikhianati. Tapi ketika hal itu memang harus terjadi, sepertinya tidak semudah itu untuk menghakimi." - Indra Herlambang, Kicau Kacau.
Gue masih ga nyangka Indra bisa merangkai kata-kata sebegitu ngena-nya sampe bener-bener bikin gue mikir. But seriously, don't judge a book by its cover. No, listen to me, seriously. Kalo lo ilfil liat covernya yang kuning mentereng dan gaya dia yang entah mencoba impersonate Michael Jackson atau Sid dari film Ice Age, think again. It really was worth the read.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Enough Is Enough

Aku tak tahan. Aku sadar aku hanyalah wanita yang punya perasaan. Mungkin ini jalan hidupku, mencintai untuk merelakanmu. Ini terdengar seperti kebohongan, tapi aku dengan tulus ingin menyatakan. Aku bukan yang terbaik, aku bukan yang tercantik, tapi aku selalu mencoba. Aku selalu berusaha.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Note to Guys

Cewe itu kalo diem cuma ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, kram perut akibat lagi dapet. Atau kemungkinan kedua, you've done something very wrong. Wanita memang makhluk yang bisa dibilang lumayan rumit, jadi intinya jangan mencoba mencari tahu apa maunya wanita, karena terkadang wanitanya sendiri ga tau maunya apa. Nah loh, ngerti ga lo? Here's a few simple tips. 

Just like any other human being, wanita ingin dihargai dan diperlakukan secara baik dan benar. Banyak cowo yang ngeluh kalo mereka bukan paranormal yang bisa baca pikiran cewe atau apa mau sebenarnya para wanita, but hey, sebenernya keinginan wanita itu simple, yaitu untuk ga disia-siain dan dibuat keberadaannya berharga. Apalagi cewe itu peka banget, terhadap hal-hal kecil khususnya. Berubah dikit, nyadar. Ngomong salah dikit, jadi masalah. Sebenernya itu bisa ngajar cowo untuk sedikit bermain perasaan dan ga terlalu banyak mikir kalo lagi nge-handle wanita. 

Pria, kadang wanita hanya butuh sepasang telingamu untuk didengar. Dia ga butuh lo bawa ke tempat mahal, lo beliin barang atau perlakukan spesial, wanita hanya ingin bicara dan expect guys to listen to her mumbling. Think of it this way, girls that tell you everything mean that they trust you so much. Karena wanita hanya membuka diri kepada orang-orang yang mereka rasa nyaman, so build that comfort zone around her, let her be comfortable when she's around you. 

Nah, yang satu ini agak-agak PR, nih. Bukan ngarep atau gimana *uhuk*, tapi wanita itu ingin dipuji. Cewe juga ga usah gengsi deh, ngaku aja! Oh iya, satu lagi, cewe tuh juga gengsian lagi. Makanya bentrok sama ego cowo yang kadang ga kalah menjulang. Cewe tuh butuh diingetin betapa indahnya mereka diciptakan dalam porsinya mereka masing-masing. Ga perlu digombalin, tapi berikan dukungan yang ia perlukan. Toh semua manusia pengen diingetin seberapa berharganya mereka kan?

Hal yang ga kalah penting, if not, the most important thing might just be this: Honesty. Cewe itu sangat peka terhadap kejujuran pria. Makanya percaya ga percaya, wanita punya radar sendiri kalo cowo udah mulai ala-ala menyimpang kata-katanya. Seperti yang pernah gue baca, "Pride attracts the girl. Courage approaches the girl. Wisdom gets the girl. Strength puts up with the girl, but loyalty keeps the girl." So, be honest and be true to her.

Lakukanlah hal-hal yang kamu katakan, jangan ngomong doang. Janji itu perlu, tapi cewe ga butuh janji yang palsu. Jangan bilang kangen, tapi ga ada usaha ketemuan. Bilang mikirin, tapi nyariin di telpon atau mencoba untuk berkomunikasi aja engga. Itu nyiksa cewenya aja. Jadi jangan pernah takut untuk berusaha lebih, tunjukkin seberapa pantaskah dia berada dalam hidup lo.

Gue ngomong gini bukan membenarkan kalo 'Apapun yang cewe lakukan adalah yang paling benar.' Tapi gue cuma mau membagi, sebagai wanita, apa sih kira-kira yang cewe-cewe sebenernya pengen. Lastly, gue ngomong ini semua bukan bermaksud mau mengucilkan pria, no. Justru gue pengen bikin cowo yang udah setengah frustrasi ngadepin cewe untuk tau kurang lebih apa sih maunya cewe. Most of all, put yourself in her place, intinya adalah coba bayangin apakah yang lo lakukan ke dia itu sesuatu yang ingin diperlakukan ke lo? Kalo kata lagu Rihanna, "Make me feel like I'm the only girl in the world." Jadi perlakukanlah dia seperti dia satu-satunya wanita di dunia karena dia adalah satu-satunya wanita dalam hidup lo. The thing is, girls want to be reminded how special they are in your life, makanya kebanyakkan wanita itu terbayang-bayang hidup yang berhubungan dengan 'dongeng' atau 'fairytale-ish', so why not treat her like a princess when she made you her Prince Charming?

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Nice To Be Recognized

Emang apa sih yang perlu diumpetin? Gue heran apa sih sebenernya yang dirasain? Malu? Ga siap? Lah... Yang ngajakkin resmiin status siapa, emang gue? Mentang-mentang gue bilang gue ga suka terlalu mengumbar semua yang private, bukan berarti gue pengen dianggep ga ada. Gue tetep mau dianggep; seperlunya, secukupnya, sewajarnya. Masih dalam batas dan norma yang ada. Sesekali pasang foto berdua ga ada salahnya, apa salahnya sih bangga nunjukkin kalo cewe yang 19 tahun jomblo akhirnya bisa ditaklukkan? Apa salahnya kasih liat cewe yang hampir setahun lo kejar abis-abisan, yang akhirnya mau mengambil resiko sakit hati lagi dengan meresmikan sama lo, ke semua orang? Apa salahnya sih nunjukkin siapa dibalik semua ide cemerlang dan brilian lo itu, yang selalu rempongin semua urusan dan masalah lo? I don't like taking credits for what I've done, you know why? Because I realize when I've done my part, it's my right to be appreciated. And if in the least amount of way I can't be appreciated, at least you should make me feel I'm appreciated. Gue juga bukan tipe orang yang suka mengumbar kemesraan kok. Tapi ya gue sadar gue udah ga hidup sendiri. Gue ga merasa sungkan kok kalo orang tau gue ga sendiri. Bahkan social media gue aja mulai perlahan ngasih liat kalo gue ga sendiri, di blog, di Instagram, bahkan hal private kayak BBM aja udah ga mengasingkan lo lagi kok. Seperti yang gue bilang sebelumnya, gue emang ga suka yang terlalu lebay atau gimana, but then again, gue sadar gue ga hidup sendiri, dan gue bangga menjalani hidup gue dengan seseorang yang mendampingi gue sekarang. So, apa salahnya sih orang tau tentang kita?


Atau emang sengaja biar terlihat jomblo sejati? Ya... Apapun itu alasan dalam otak lo, biarlah itu tetap menjadi misteri buat gue.

Tau apa yang memalukan dari ini semua? Yang paling memalukan adalah gue yang harus mengungkapkan ini semua tanpa lo menyadarinya sendiri. Gue ga sedih, gue ga marah, tapi lo selalu kesel kan karena gue ga pernah tau apa mau gue? Ya ini mau gue. Setiap kata, setiap tulisan, itu terukir semua keinginan gue. Gue itu ga susah dibaca karena walaupun terlihat bertele-tele, gue sebenernya ngomong apa adanya. 




...ngomong apa sih elu, Nad?

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Karma, Kompromi dan Kita

Do you believe in karma? I do. 


Mungkin lo pikir gue percaya hal-hal takhayul. Mungkin. Tapi mungkin aja pengalaman yang membuat gue percaya akan karma. Gue percaya kalo setiap orang punya karmanya sendiri. Ya... Karma kurang lebih kayak jalan hidup masing-masing individu. Contoh aja, ada satu temen lo yang ngeluhnya sakit hati mulu karena dia diselingkuhin terus. Entah sama cowo yang lagi jalanin hubungan sama dia, sama cowo yang sebelumnya, atau yang sesudahnya, intinya dia diselingkuhin terus sama pasangannya. Contoh lainnya adalah seseorang yang jadiannya sama seseorang yang jaraknya jauh banget, LDR mulu kerjaannya. Ya pokoknya, kasarnya udah kayak nasib gitu jadinya. Setelah gue perhatikan, karma orang itu beda-beda, mungkin lebih ke sesuai kapasitas orang masing-masing kali ya. Ada yang diselingkuhin pasangannya terus-terusan, ada yang digangguin mantan pasangannya terus, atau ada yang malah jadi orang ketiga terus, beda ras, beda agama, selalu terhalang jarak, perbedaan umur, sifat pasangan yang cemburuan, watak pasangannya yang keras, kekerasan secara verbal atau fisik, or maybe someone that is involved in the showbiz, apapun itu rintangannya... Everybody goes through it. Setiap hubungan punya 'kegalauan' masing-masing, ga ada kok yang mulus-mulus aja. Ya terus gimana dong? Kalo setiap hubungan tak pernah jauh dari yang namanya problema? Gampangnya sih gue cuma bisa bilang kalo seseorang seperti gue hanya akan kembali kepada pola pikir gue yaitu "Sendiri Lebih Baik" karena "Berdua Bikin Galau." 


The thing is, cinta itu bisa memudar. Percaya ga percaya, cinta itu ga bisa tahan lama. Palingan dua, tiga tahun bertahan, abis itu udah. Hambar. Kenapa gue bisa bilang gitu? Bukannya pengalaman pribadi, tapi gue perhatiin dari temen-temen gue yang pacaran, dari rumah tangga orang-orang, semua mirip-mirip. As much as I want to tell you that fairytales can happen, it can't and it won't. I have to be honest with you from the start. Pernah ga sih lo liat kue yang tampilannya menarik, dekorasinya oke, tapi pas dicoba lo nyesel karena ga seenak yang ter-display di depan mata lo tadi. Itu dia realitanya. Cowo akan selalu menemukan wanita yang lebih menarik, walaupun bukan jaminan kalau ia lebih baik, dan cewe akan bisa bahagia bahkan kalau ia berdiri sendiri. Bahkan ada riset yang mengatakan kalo pria akan lebih cepat mati saat ia ditinggal istrinya meninggal (duda) jika ia tidak memiliki pendamping pengganti daripada wanita yang ditinggal suaminya meninggal (janda). Oke... Kembali ke masalah awal yaitu karma. Pertanyaan polos sih, tapi intinya, gimana dong? Gimana hubungan bisa berjalan kalo selalu ada rintangan? Hubungan itu bertahan karena dua hal. Yang pertama, saat kamu bisa temukan seseorang yang 'klik' sama kamu. Nah, bahkan dengan seiringnya waktupun kamu akan menemukan banyak perbedaan kan, ga peduli berapa banyak kesamaan yang kamu dan pasangan kamu punya, pasti nanti ada perbedaan-perbedaan seiring waktu berjalan. Atau kamu jadi berpikir: "Dia ga seperti yang dulu." Pernah ga sih berpikir kalo dia hanya menunjukkan siapa dia yang sebenarnya? Kalo dalam setiap kesamaan yang kamu temukan di awal hubungan, ga cukup untuk mempertahankan apa yang sekarang udah keliatan. That's when you have to do the second thing: Kompromi. Iya lah. Hubungan yang langgeng itu cuma saat ia bisa kompromi dengan pasangannya. Jadi hubungan yang awet itu ketika kamu udah tau semua aslinya dia, jelek-bagus, baik-buruk, plus-minus, tapi kamu masih mempertahankan. Hubungan itu ga perlu ditimbang-timbang, dilihat apa untung-ruginya kamu kalo tetep sama pasangan kamu, tapi hubungan itu dijalani dengan ikhlas. Bahkan saat kekurangannya bikin kamu muak, tapi kamu ga memilih untuk mundur. Udah deh, if you can do those two things, cari yang klik dan kamu mampu kompromi, pasti bakal aman. Karena cari dari segi fisik, gampang. Tapi untuk menemukan yang bener-bener klik, beda urusan. Kadang kita heran, temen kita setia, tapi diselingkuhin terus. Kita cuma bisa nyaranin dia supaya putus, tapi dia bertahan, dia terus mau kompromi. Ya berarti antara dia emang bodoh, atau dia udah menemukan yang klik. Fact is, we never can understand how it feels like. Kita ga bisa tau persis ikatan seseorang dengan pasangannya, makanya kadang kita ngasih saran yang lebih gampang dikeluarkan lewat kata-kata daripada dilakukan.

Then again, don't trust me. Maybe I don't know what I'm saying. Atau gue cuma omong doang. Atau gue udah terlalu banyak makan asam garam hidup sampe gue bisa nulis kayak gini. Tapi apa yang gue tau tentang cinta? Orang tua gue divorced, gue pun ga punya gambaran bakal end up sama siapa atau kayak gimana, tapi siapa juga sih yang punya jaminan akan hari esok? Satu hal yang gue tau, kita semua punya kesamaan, kalo kita semua masih belajar. Kita semua masih mencoba mengerti arti cinta. Mungkin cinta itu ada, mungkin cinta itu ga ada. Mungkin juga ilusi semata. Mungkin cinta hanya bisa mengajarkan kita bagaimana bertahan ditengah pahitnya realita.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

#nadiASK


Gimana sih kak, kalo mantannyaa cowok kita really really annoying sampe kita nggak tahan trus nyalahin cowok kita atas 'teror-teror' yang dibikin mantannya dia itu? Gimana juga kalo cowok kita itu tipe cuek yang nggak mau ngurusin ini smw krn gak mau brurusan lg sama cewek itu? Gimana sih rasanya dibilang kyk orang ketiga padahal kenal sm cowok aku aja lama setelah mereka putus dan ironisnya lagi, cewek itu yg selingkuh? Gimana sih kak ngebiarin aja cewek itu tapi males banget karena disindir-sindir di status facebook?



- via anonymous

Pertama-tama, tarik nafas dalam-dalam :) Karena kalau hati gundah, kita akan membuat keputusan yang salah. Oke, jadi mantannya cowok kamu neror-neror kamu terus, ya? Selama itu ga merugikan kamu, secara fisik apalagi, cuekkin aja. Masa lalu kadang emang suka menghantui kita, tapi 'hantu' yang satu itu emang ga bisa bohong deh, emang yang paling nyebelin. Siapa sih yang mau difitnah sama mantannya cowok kita sendiri? Apalagi jelas-jelas kamu tau kebenarannya. Nah, itu dia kuncinya. Kamu kan tau nih kebenarannya, kalo bisa kamu delete contact dia aja apapun itu bentuknya, biar ga ganggu kamu lagi. Risih kan lama-lama kalo kamu kemana-mana kalau online, adanya komentar ga sedap dari dia? Mending kamu fokus sama yang kamu dan cowok kamu jalanin sekarang. Toh cowo kamu juga bisa cuek kan? Nah, coba belajar dari dia. Coba ga gubris si mantannya ini. Karena kalo kamu marah, kamu udah kalah. Jadi coba ikhlasin aja kalo emang dia jahatin kamu, malah pahala kan! :)


For more questions or comments, find me Twitter or Formspring.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Never Grow Up

Kalo ada satu kekuatan super yang bisa gue milikin, gue ga pengen tambah tua. Bukan takut mati atau apa, tapi gue ga pengen 'kehabisan waktu' karena gue bertambah tua. Kemaren nonton konser Jason Mraz dan melihat di umur 30-an dia yang bisa mencapai mimpinya, sampe di titik itu dalam hidupnya, makes me wonder, will I ever get to fulfill my destiny? Kalo liat Justin Bieber (Oke, dua post berturut-turut gue pake contoh Justin Bieber, ada apa dengan gue? Think it's the Bieber fever), Sherina, Agnes Monica, artis-artis muda yang udah accomplish so much, sometimes I wonder how my life will fold? Gue ga mengharapkan berkelimpahan harta, dikenal atau apapun. I wanna make an impact. It is the best and the worst that caught attention, no one remembers the average.

Speaking of Jason Mraz, sore tadi pas lagi jogging dan tiba-tiba sistem shuffle yang menurut gue mempunyai kekuatan magis untuk membaca pikiran atau perasaan orang, tiba-tiba maenin lagu The World As I See It-nya Jason Mraz. Sayang banget dia ga bawain lagu itu di konser kemaren. Okay, not going to make a review out of the concert, gue cuma tersentuh sama lagu yang tiba-tiba teralun merdu di telinga gue dan air mata langsung netes ke pipi gue. Man, I'm turning 20 soon. Udah ngapain aja sih gue di umur gue yang udah mau beranjak jadi wanita dewasa?

There's a lot of goals and dreams that I haven't accomplished just yet. Salah satunya itu impian lama gue yang pengen beli mobil Yaris (entah kenapa suka banget sama Yaris dari jaman bahela, sampe kakak gue tanya kalo tiba-tiba menang undian mobil Mercy gimana, dan gue tetep jawab akan jual Mercy dan beli Yaris dong... Sekian cerita singkat gue tentang obsesi aneh gue kepada Yaris.) Tapi gue ga pengen minta dari orang tua, gue pengen nabung dan beli sendiri. Impian lain gue adalah gue pengen ngebawain satu show di TV, but I never get further than off-air shows dan paling jauh ya cuma sampe tahap screen test atau training nya. Other things, gue pengen bawa Nyokap ke Yerusalem. Itu kayak Mekkah-nya orang Kristen, ibaratnya Umroh-nya umat Nasrani. Lagi-lagi belagu sok-sok an mimpi mau bayarin semua sendiri. Mimpi (muluk) nya sih pengen sebelum Beliau berumur 50. But she's turning 50 in August, so I think I'll just put down that dream to rest. Pengen punya charity sendiri, talk show sendiri, nulis buku best-seller, ke Italy, so much to do... So little time.

Mungkin kalo liat ke belakang, there's not much that I've done. Baru nge-MC dari satu event ke event lain, malah ga jelas mau jadi presenter apa model, semua kerjaan diembat. But one of the things I'm thankful for is that one of my (strange) wish actually came true. Temen gue waktu itu iseng nanya, "Nad, taun ini lo pengen apa?" Dan gue cuma iseng jawab, "Mau masuk TV ah," if you know me well enough, gue itu kurang suka jadi sorotan, entah main sinetron atau apa, I think of myself as the opposite of an Entertainer. But then again, life has a funny way of proving us wrong. Dan hidup mempunyai caranya sendiri untuk membawa kita ke jalan yang kita ga pernah mau, atau ga pernah terpikir untuk ambil. Sampe akhirnya dapet iklan ga lama setelah temen gue tanya itu. Terus gue mikir, kalo keinginan iseng aja bisa kesampean, apa kabar sesuatu yang gue niatin?! It's so hard for me to focus, I like doing a lot of things, I like writing, presenting, singing, modeling, sampe gue kadang bingung mau gue sendiri apa sih buat ke depannya. Tapi dengan beberapa project nge-MC, foto, bahkan jadi penulis kontributor majalah online berbasis di Amerika, gue nyadar kalo I'm a few steps closer to my dreams. Di salah satu acara radio gue pernah dengerin kalo passion seseorang diliat dari seberapa besar keinginannya melakukan sesuatu, bahkan saat ia tidak dibayar sepeserpun. Call me a hippie, but there's a lot of things in life that I do for the pleasure of it, not for the money. Bukan karena gue ga butuh uang atau gue itu pewaris hotel Hilton, but there's so many things in life that can't be measured with visible material.

Tapi hari ini gue belajar, that everyone's paths are different. It's not that life's unfair, no. Hidup itu selalu adil lagi. Cuma Tuhan kita aja yang terlalu kreatif sampe kadang otak kita ga nyampe apa aja skenario berikutnya yang udah Dia siapin buat kita. Kalo kita bandingin hidup kita sama orang, it will be endless, karena cerita kita dengan mereka ga sama. Gue bersyukur kalo di umur segini mungkin gue belum sampai di titik dimana gue merasa puas dengan semua yang gue udah capai, then again, I don't think I'll ever be satisfied with the things I've accomplished because it's human nature, to always want more than what they already achieved. Tuhan cuma punya 3 jawaban dalam hidup, "Engga," "Iya," atau "Tunggu." Kalo "Engga," berarti Dia udah siapin yang lebih baik. Kalo "Iya," berarti lo udah siap nerima rejeki-Nya. Kalo "Tunggu," berarti lo lagi disiapin biar ga 'kaget' atau ga siap nantinya. Intinya, timing Tuhan tuh paling pas. His timing is not yours. Tapi gue belajar satu hal: Proses sukses itu bisa cepat, bisa lambat, tapi kalo memang sudah takdirmu, Ia tidak pernah terlambat.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ups & Downs Of Being With An Entertainer

Recent Song On Play: Fuck You- Cee Lo Green


Terkenal itu mudah. Dikenang itu susah. Contohnya, lo mau nge-hits? Ya bikin aja video gokil di YouTube, nyanyi lagu NangNengNengNong pake gamelan, unik kan? Sesuatu yang unik menjadikan lo beda. Yang menjadikan lo beda, membuat lo menarik. Sesuatu yang menarik akan dilirik orang. Semakin banyak orang melirik, semakin membuat lo dikenal. Tapi apakah lo akan terus dikenang? 





Gue ga bilang gue deket sama Justin Bieber apa Ridho Rhoma, gue cuma mau menggambarkan dari beberapa segi rasanya deket sama seseorang yang digemari banyak orang. Kebanyakkan ya dari sudut pandang gue, jadi harap koordinasinya kalo memang tidak setuju, ya monggo di close aja window-nya, tuh tombol yang merah-merah ada tanda silangnya yang di atas. 

Sebenernya karir itu ga bisa disama-samain dengan percintaan, secara itu bidang yang beda banget. Bisa dibilang malah bertabrakkan, walaupun harus tetap imbang. Tapi ya mau gimana lagi kalo pekerjaannya menuntut untuk mencampur-adukkan karir dan cinta, dimana cinta juga jadi bagian dari karir, sehingga cinta ga bisa dipisahkan dengan karir. Bingung yak, gue juga bingung. Tapi gimana kalo menurut lo udah melewati batas? Apakah lo tetep diem aja karena itu bersangkutan dengan karirnya? Hear me when I say this, ladies. Whatever his occupation is, if he's doing things that you're against with, go tell him that you disagree. Kembali lagi, setiap bidang dalam hidup harus imbang, baik agama atau karir atau kesehatan atau percintaan, apapun itu dalam hidup harus imbang. Jadi kalo karir-nya udah mengganggu cinta, mending dilurusin aja. But what if he says it's what he does? He always says "It's related to work," so it's okay for him of being a jerk? Of course not. Ya pake logika aja, misalnya seorang pria mau jadi dokter bedah, cuma karena bisa ngeliat cewe telanjang, janggal ga sih alasannya? Apakah menurut akal sehat lo itu bener? Tentunya semua batasan atau masukkan yang kamu kasi ke cowo kamu harus membangun dan masuk akal. Bukannya menjauhkan dia dari menjadi orang yang lebih sukses. Karena yang baik belum tentu benar, tapi yang benar ya udah pasti yang terbaik. Berlaku dari cowo ke cewe juga kok.

Entertainers kan kebanyakkan kiblatnya ke Hollywood. And Hollywood is very free and liberal, while me, I'm born and raised in a very old fashioned eastern culture. So even though we have a lot of things in common, we're really just different. He enjoys being in the spotlight, while me, I enjoy laying low. He likes to be seen, I enjoy being invisible. Walaupun kerjaan gue ga beda jauh dari sorotan publik, because it somehow involves a huge amount of audience too, but I do it not more than just for the money. Ya setiap orang kan tujuannya beda, ada yang karena tuntutan uang, ada yang emang suka perhatian, ada yang karena keduanya. Well, one thing I learned from life is that it has a funny way of proving us wrong. Gue sebelumnya pernah deket sama seorang drummer dan setelah gue ga deket lagi, gue mikir, "Oh, God. Please jangan biarin gue suka sama public figure lagi." Gue merasa gue ga cocok sama seorang Entertainer. Kenapa? Ya karena gue sangat old school alias jadul, while entertainers, they have to create new things, they create images, rumors, all this things that I feel like I can't keep up with. They live a very fast-paced life. Changing hairdos or fashion, ongoing rumors about who's dating who, intinya mereka cepet banget kan berubahnya, entertainers live a very fast-paced life. Me, on the other hand, I'm very settled and it takes time for me to change. Okay, some time to change. Okay, okay, it takes a long LONG time for me to change. Every time someone knows gue deket sama anak band, they make a bet that it won't last long. Tapi gue merasa heran, karena gue kan kenalnya sebelum gue tau dia itu siapa atau apa pekerjaannya, and then again, can you really choose who you fall in love with? Gue pun merasa gue kenal sama seseorang yang orang lain ga liat. Keanehannya, tingkah laku absurd-nya; I see a side not many people get to see, and that's what makes me feel I'm more than lucky. And even when it's against your own moral or your own definition of normal, the heart wants what the heart wants, doesn't it? Tapi gue ga bisa boong, karena terlalu banyak berubah-ubah, lo kayak ketemu orang yang baru tiap hari. Sampe bikin gue bingung, gue berasa deket sama orang amnesia, dimana ingatannya ga selalu sama setiap hari. It's a little scary, to be honest.

Don't get me wrong, I'm straight. I love guys. Tapi emang dari dulu, ya gue cuma suka-sukaan aja, gue ga sampe berpikiran mau pacaran atau gimana-gimana. SMP-SMA gue sibuk belajar karena gue dapet beasiswa dari SMP sampe SMA, jadi mindset gue selalu ga mau main-main. Gue sibuk sama sekolah, bahkan sampai lulus SMA pun, gue malah ribet kerja dan menitih karir, but as I aged, semua orang di sekeliling gue mulai kuatir, nyuruh gue membuka hati dan ga galak-galak amat sama spesies pria, and (no) thanks to my friends yang dorong gue (atau ngejorokkin gue tepatnya?) untuk kasi kesempatan ke semua cowo dengan adil. Ya tapi in the back of my mind, kalo ada seorang Entertainer deketin gue, ya paling ni orang main-main doang. Jadi ya, temenan aja lah. Kembali lagi, life has a funny way of proving us wrong, doesn't it?

Di dunia cuma ada dua tipe orang: Yang diperhatiin dan yang merhatiin. Kalo lo bersangkutan sama seseorang yang diperhatiin, otomatis juga akan ada yang merhatiin lo. Truth is, it's hard to see someone you care about being surrounded by other girls, I mean, no matter how ignorant you are, you just can't deny the fact that girls have feelings. HECK, all people have feelings, not just girls! Bahkan saat gue merasa ga nyaman dengan suatu keadaan dan gue tanya ke orang lain kenapa gue ngerasain itu, mereka malah balikkin, "Merasa kayak gitu tuh normal, lo malah ga normal kalo lo biasa aja dia nge-gituin lo." I was a pretty laid back and chilled person, ga ngurusin hal yang ga perlu, but then I became curious, atau bahasa ga kerennya: Kepo. Or as a writer, I'd like to call it; Journalism. Emang kalo lo deket sama seseorang yang berurusan dengan masyarakat banyak, ada untungnya lo ga usah tau banyak deh, daripada nyakitin lo. Don't get me wrong, fans are an important part to an Entertainer's life. And I've met some of the most amazing fans, yang sekarang udah jadi bagian dari hidup gue juga, sampe jadi temen curhat yang menyenangkan. But honestly, speaking from girl to girl, bukan hal yang menyenangkan membaca orang-orang yang lo ga kenal bilang kangen sama seseorang yang lo sayang atau liat foto-foto dia saat lo lagi ga bisa ketemu dan lagi kangen-kangennya. Resiko bersama seseorang yang ga bisa jauh dari mata publik adalah dia itu milik publik. Sekarang gue tanya, toilet di tempat umum, seperti pom bensin contohnya, bandingin sama toilet milik pribadi di rumah, ya pastinya lebih nyaman toilet lo di rumah dong? Setidaknya walaupun di rumah lo bukan toilet gede, lo merasa lebih nyaman karena lo tau toilet itu ga dipake banyak orang, itu toilet milik rumah lo sendiri. Kembali lagi, kalo ga mau sakit, ya ga usah tau banyak hal. Atau quote di film Men In Black III: Don't ask questions that you don't want to know the answer of. Inti dari pelajaran yang diri gue dapetin, kalo ga mau sakit ya jangan kepo deh. 

Wanita dan segala pertanyaan aneh dalam kepalanya. Ada yang karena trauma, ada yang karena curiga, ada juga yang emang bener-bener cuma halusinasi semata. But sometimes I wonder, with all these pretty girls, why choose me out of anyone in the world? Lagi lagi dengan seseorang yang bekerja di bidang yang melibatkan banyak wanita, membuat gue bertanya-tanya, "Emang bisa?" Ya ga boong dong kalo cowo kan melihat dengan mata, cewe lebih cenderung melihat dengan hati. Menurut gue ga perlu memperjuangin seseorang yang lo cintai, karena setiap orang selalu mempunyai hak untuk memilih tetap tinggal atau pergi. Karena yang terindah belum tentu yang terbaik, yang terbaik udah pasti yang terindah.

Kadang kalo udah males banget, gue selalu kembali ke pemikiran awal gue yaitu enakkan jalanin apa-apa sendiri. Tapi gue belajar satu hal: If you wanna go fast, go alone. If you wanna go further, then go together. Hubungan apapun yang lo bangun dengan siapapun, harus membuat lo jadi lebih baik. Jadi kalo ga membuat lo jadi lebih baik, buat apa diperjuangin? Gue selalu bilang dari awal kalo gue ga bisa menawarkan banyak, but when I love, I give all that I've got. Gue ga pernah ngelarang seseorang untuk memilih cinta dibandingin karir, itu ga adil. Masa sih tega nyuruh seseorang berhenti menjalankan sesuatu yang dia cintai? Ya tapi, gue selalu bilang, "You have to learn what's enough, when's enough and who's enough." I mean, what's the meaning of conquering the world when that one person who matters most can't congratulate you? Kadang saking banyaknya personality yang dia punya, gue mikir, "Which one exactly did I fall in love with?" The one I share dreams with, the one I gave my heart to. There are times when I feel like I don't know the man who's staring back at me. It's an unexplainable joy, to see someone happy doing what they love but at the same time it kills you inside too. That's the best definition of how bittersweet love can be. Too much of anything can kill you. I've risen from the dead many times now.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The Ground Rules

Oke, oke. Gue akuin kalo gue bukan pakar hubungan atau bersertifikatkan psikolog ahli, terutama di bidang percintaan. But don't underestimate the knowledge of a girl who has gotten her heart broken many times. Ga perlu jadian puluhan kali, ga perlu punya satu grup khusus di BBM berjudulkan 'Mantan,' dan yang pasti ga perlu diputusin sampe nangis kejer sambil pasang kran kenceng-kenceng di kamar mandi, I know what hurts and doesn't. Mungkin lo pikir, "Tau apa sih cewe yang menyandang status jomblo selama 19 tahun?" Well, let me tell you... I know quite a lot. Sebenernya, kalo lo bisa tau beberapa peraturan simpel aja, lo bisa langgeng dalam berhubungan. Ya, tentunya dengan faktor pasangan yang mendukung ya. Kalo pacar lo playboy Pasar Baru, ya mau peraturannya ditulis di UUD 1945 juga ga bakal ngaruh.

Lo pernah ga sih punya temen yang selalu ngasih saran tentang hubungan atau percintaan tapi dia selalu jomblo? I enjoy being that type of friend. Gue itu lumayan theory oriented, alias terpaku sama hal-hal yang berbau teori. Intinya, ga perlu praktek juga kan untuk tau mana yang salah, mana yang engga? Emang harus bunuh orang buat tau itu dosa? 

Oke, kembali ke topik awal. Peraturan dasar. Ini adalah beberapa hal yang bisa gue simpulkan dari pengalaman, baik dari cerita kawan-kawan tercinta sekalian:

1. 'Aku-Kamu' dengan lawan jenis selain pasangan (atau orang tua) is a big no-no

Kita tinggal di era yang pastinya sudah sangat maju, baik di teknologi maupun bahasa sekalipun. Kalo dulu penggunaan "Aku-Kamu" adalah simbol kesopanan dalam berbahasa, sekarang orang nanggepinnya dengan modus mengarah ke PDKT yang udah ga biasa. Jadi misalnya, ngomong "Gue tidur dulu ya" diganti perlahan dengan "Aku tidur dulu ya" bisa memancing pemikiran adanya ketertarikan dari si pengguna "Aku-Kamu" tersebut. Coba cek orang-orang yang di sekeliling pasangan kamu, apalagi kalo dulu dia terbiasa ngomong "Gue-Lo" dengan seseorang dan all of the sudden jadi "Aku-Kamu." Hmm hmm hmm, patut dipertanyakan. (Tidak bermaksud jadi kompor atau memanas-manaskan) Ada baiknya cari tahu, atas dasar apa sih dia ngomong pake "Aku-Kamu," karena dari hal kecil seperti penggunaan "Aku-Kamu" aja, bisa menanam pemahaman-pemahaman yang salah, bisa dibilang "Aku-Kamu" bisa jadi indikator 'seberapa jauh' sih seseorang berhubungan dengan pasangan kamu. 

2. Modus dan tebar pesona can be considered as cheating 

Well, realistically, everything you do that you don't want your partner to find out about, can be considered as cheating. Kalo dia modusin seseorang dari BBM, atau lebih frontal lagi yang bisa seluruh dunia tau, via Twitter, kesetiaannya patut dipertanyakan. Apalagi, yang lebih jleb jleb (tinggal lep) adalah saat lo tau dia masih TP-TP sama mantan. Woalah, gue anjurin sih lo tinggalin daripada nanti ditinggalin. Intinya, kalo dia beneran sayang, dia akan jaga perasaan lo dan ga akan mencoba nyakitin lo dengan perilaku dia, baik yang kelihatan maupun yang ga kelihatan, disengaja maupun yang tidak disengaja. Karena tebar pesona bisa dibilang memberi secerca harapan kepada mereka yang membutuhkan, eh bukan... Maksudnya kepada mereka yang selalu haus akan pengharapan. Sebagai cewe yang akan 'dimangsa' cowo, ada baiknya ga terlalu ngeladenin, karena kalo ngeladenin tapi ga bermaksud mau jadiin, ntar dibilang meng-Friendzone-kan alias menjebak pria dalam berpikir mereka punya harapan tapi ternyata hanya sebatas teman. Kalo cowo sebagai 'pemangsa,' ada baiknya berhenti mencari hamburger saat kamu sudah punya steak di rumah. Intinya, jangan ngasih harapan palsu ke orang, both man or woman. So throw away The Single Mindset. Faktanya adalah: You're not single anymore, get over it. Stop acting like you're single and making everybody think that you're available. Kamu ga bisa melakukan hal-hal dengan mindset masih jomblo. Inget, ada pasangan yang harus kamu pikirin perasaannya.

3. Alasan, alasan, alasan... Semua orang mempunyai batasan

When you love something, you'll work it out. If you don't, you'll find an excuse. Kangen, tapi ga ada usaha ketemuan. Sayang, tapi selalu menimbulkan kegalauan. Ga pernah mau disalahin, selalu bisa membuat lo jadi merasa bersalah, excuses after excuses after excuses... Mau sampe kapan? Udah diomongin berulang kali, masih aja ngulangin kesalahan yang sama. The thing with being attached with someone who knows you too well is that, they'll know how much they hurt you but they also know you'll stick around. Jadi berhenti membuat alasan dan mulai saling jaga perasaan. Intinya, sebelum lo ngapa-ngapain, tanya deh ke diri lo sendiri, "Mau ga kalo gue yang digituin?" atau "Kira-kira dia diginiin sakit ga ya?"

4. Speechless? Try saying "Sorry"

Pernah ga sih, saking ga tau mau ngomong apa, sampe bener-bener ga bisa berkata-kata? Entah sakit, atau kaget, atau ga siap hadepin kenyataan, we all been through that, haven't we? Gue sadar kata 'maaf' ga selalu langsung memperbaiki hubungan, but it's a start. It's a start that you want to make peace with that person. Karena kadang hubungan itu bisa menyakitkan, ada kalanya lo ga terima apa yang pasangan lo lakuin, but at the end of the day, you have to forgive them, atau bahkan jadi orang yang berbesar hati dan minta maaf duluan. Mana ada sih hubungan yang selancar jalan tol di libur Lebaran, semua pasti melalui cobaan-cobaan dan kegalauan-kegalauan sesuai kapasitas per pasangan.

5. No Third Parties Allowed

Apalagi sih yang bisa lo jamin ke pasangan lo kalo bukan hati lo? Ga usah ngomong cinta-cinta kalo lo ga bisa menghargai dia sebagai pasangan lo satu-satunya. Karena saat lo berani membagi hati lo, disitu lo udah kehilangan respect pasangan lo. Kakak-Ade, that 'Best Friend' of yours, whatever you call it yang udah berbau-bau menyimpang, mending itu semua dibuang. Makanya, saran gue adalah, sebisa mungkin jangan curhat ke lawan jenis. Saat lo curhat, ke temen baik lawan jenis sekalipun, itu akan menimbulkan simpati. Nah, simpati ini nih yang bahaya. Karena simpati bisa jadi awal dari rasa yang lebih. Sudah terbukti, ga ada Kakak-Ade yang murni. Mau pihak cewe, atau cowo, pasti salah satu, atau ga dua-duanya, masih ada unsur 'ngarep.' Kalo ga adapun, bisa ada lama-lama dengan berjalannya waktu. Ya iyalah, secara kalo berantem sama pasangan, curhatnya ke si 'Kakak' atau 'Ade' ini. Ya gimana ga mau beneran suka kalo yang dicari 'cadangan' tersebut saat yang 'utama' lagi ga menyenangkan? Kakak-Ade, Temen Bae, apapun panggilannya, di saat dia yang dicari saat kegalauan melanda hubungan, sorry to say nih, "Ga ada apa-apa" itu malah yang kadang patut dipertanyakan. Intinya, lo ga mencari lagi. Nanyain nomer HP, centil lewat BBM... Karena jadian adalah perjanjian bahwa lo berhenti melakukan pencarian. Nah, kalo dia masih suka 'nyari-nyari'... Ya, jawabannya udah tau lah sendiri. If you intend to make someone your only one, then don't make them question it.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pantang Pulang Sebelum Padam

When you lose something you can't replace... Could it be worse?

Gue baru-baru ini nonton dua film yang peran utamanya dimainin sama Jennifer Aniston. Gue udah jatuh cinta dari jamannya dia muncul sebagai Rachel di serial TV, F.R.I.E.N.D.S. Entah kenapa, mau nonton berapa kalipun, gue bakalan tetep ngakak nonton setiap episode-nya. Dua film yang gue nonton baru-baru ini judulnya Love Happens dan Just Go With It. Film Just Go With It sih udah pasti komedi mentok deh, secara dia main bersanding sama Adam Sandler. Love them both, such a funny couple, love them whenever they play a romantic comedy movie. Kalo yang Love Happens, agak lebih ke romantic drama, Jen-An main barengan Aaron Eckhart, si muka unik yang jadi Two Face di Batman.

Chapter I. Sometimes, despite your best efforts otherwise, life will give you lemons. When that happens, you've got two choices, friend: you can wear a sour face or make lemonades.

Mengambil kesempatan dalam kesempitan, itulah yang kurang lebih menjelaskan tentang apa yang Burke (Aaron Eckhart) lakukan di film ini. Film Love Happens bercerita tentang cowo yang menulis buku bagaimana dia bisa "move on" dari kematian istrinya. Dipuncak karirnya sebagai seorang penulis; disibukkan dengan book signing, seminar dan workshop, dia bertemu dengan Jennifer Aniston, a.k.a Eloise. 3 tahun setelah kematian istrinya, Burke akhirnya mencoba membuka hatinya untuk Eloise. Tapi semakin ia mendalami hubungannya dengan Eloise, semakin dipertanyakan juga kejelasan masa lalu Burke. The truth is, Burke mengajarkan orang lain bagaimana caranya bangkit dari masa lalunya, tapi ia sendiri masih belum "make peace with his past." Menyedihkan sih, ngeliat gimana Burke mencoba "menyembukan" luka orang lain dengan bukunya saat ia sendiri masih belum sembuh dari luka lama. Singkat cerita, kejujuran Burke tentang apa yang ia tulis di bukunya akhirnya terungkap, karena di bukunya tersebut, ia menuliskan kalau istrinya yang menyetir saat kecelakaan yang merenggut nyawa istrinya itu terjadi. Kenyataannya adalah bahwa Burke-lah yang menyetir saat kecelakaan yang terjadi di malam hari saat cuaca buruk itu terjadi. Ia hidup dengan perasaan bersalah sampai ia sendiri tidak datang pada acara penguburan istrinya.

Yang menyedihkan adalah saat Burke memberitahu semua orang di salah satu seminarnya tentang apa yang benar-benar terjadi, ia menceritakan semua detail yang terjadi malam itu. "We were arguing on the way home. We were arguing about paint colors." Dan ga lama kemudian, kecelakaan itu terjadi saat hujan deras turun dan akhirnya Burke hilang kendali. Come to think of it, it's kinda funny how it works, right? How the littlest arguments can cause the biggest problems? I mean, paint colors? Beradu argumentasi soal cat dinding rumah dan beberapa saat kemudian, orang itu ga ada untuk mendengar ocehan debat kita. Kadang kita berdebat soal hal kecil sama nyokap, sama bokap, sama orang tersayang. But then, you'll never know when's the last time you're going to see them, do you? What if it was your last? Would you say or do the same? Ternyata statement yang digunakan sama pemadam kebakaran itu bisa dijadiin panutan: Pantang pulang sebelum padam. Don't hold your anger until you go to bed, or even until the sunset. Kita ga pernah punya jaminan tentang hari esok, tentang enam jam ke depan, tentang satu menit kemudian. Just live your life like it's your last.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

In Life & In Love

There are places I remember all my life; though some have changed. Some forever, not for better. Some have gone and some remain.

Gue sampe di titik dalam hidup gue dimana kalo diri gue di masa lalu ketemu sama diri gue di masa sekarang, diri gue sendiri di masa lalu ga ngenalin diri gue di masa sekarang. Ngerti ga sih? Ga ngerti, ya? It might not be the best opening, but right now, it's how I'm feeling. Ibaratnya kalo ulet, gue sekarang udah jadi kepompong, kenapa gue ga bilang kupu-kupu, karena gue merasa gue belom sampe di titik itu. Dan mau gue usahain kayak apapun juga, if it's not my time to blossom, then I won't bloom.

Semua telah berubah. Pola pikir, attitude towards people, even little things like what I eat and what I do towards the Earth like minimal usage of plastic. Dari yang kecil, sampe ke hal crucial seperti gimana melihat masalah dan cara memecahkannya. Jeleknya adalah, gue menitikberatkan segala masalah gue pada diri gue sendiri. I should have done this, I could have done that, those thoughts make me look like someone who has trouble moving on. Dan itu emang bener. I gotta say, gue bukan orang yang paling hebat dalam hal lupa-melupakan. If some things go wrong, I blame myself. And when I say things have changed, it's not just physically, it's emotionally and mentally as well. Susah banget untuk tetap tenang saat masalah berdatangan, tapi itu dia justru yang jadi tantangan. Kadang kita mikir, "Gue ga mungkin jadian sama cowo yang botak." Eh, ga lama kemudian, malah naksir. Atau, "Gue ga mungkin kerja di bidang itu." Eh, diberikan kesempatan dan lo mengambilnya. Gue sadar satu hal, that life has a funny way of proving us wrong. Semakin kita ga mau ngelakuin sesuatu, semakin akan dibawa untuk menghadapi semua itu. Nyadar ga sih, kebanyakkan ujian terjadi setelah kita bilang, "Gue ga mungkin..." dilanjuti oleh 'secret wish' yang lo ga inginkan terjadi, malah berakhir kejadian beneran sama lo. Lo ga mungkin suka sama orang Chinese? Nanti malah jatuh cinta. Lo ga mungkin lanjutin studi lo di luar negri? Nanti dapet beasiswa. You see, all these things in life are sometimes so unpredictable, but that's what makes life so wonderfully incredible. It makes me realize: Apa sih yang pasti dalam hidup ini? Dan gue bisa menyimpulkan: Apa sih yang ga mungkin dalam hidup ini?

Dalam hidup dan dalam cinta, ikhlasin semua hal yang di luar kendali kita. Karir itu kayak cinta, banyak yang menjanjikan tapi cuma hati yang bisa buat pilihan. There are times that we may think that we're not in the right place, but you know what, wherever you are, you're just in the right place. Karena sebelum kita meminta atau bahkan memikirkannya, semua udah lebih dulu terancang dan terencana.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SEPATU

Pasangan terbaik adalah sepasang sepatu. Mengapa?
1. Bentuknya ga sama persis tapi tetap serasi.
2. Saat berjalan, mereka ga pernah kompak tapi tujuannya sama.
3. Ga pernah ganti posisi, karena masing-masing punya peran, namun saling melengkapi.
4. Selalu sederajat. Ga ada yg lebih rendah atau lebih tinggi.
5. Bila yang satu hilang yg lain tak memiliki arti.
SEPATU = SEjalan samPAi TUa.
SEPATU = SEjalan samPAi Tutup Usia.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KB (Kaya Atau Bahagia)

Banyak hal di bumi yang kita ga bisa mengerti. Seperti mungkin untuk apa manusia diciptain atau tujuan semua diberikan kehidupan. Misteri-misteri itu cuma bakal bikin kita keki sendiri karena emang banyak hal yang ga masuk di akal, kita sebagai manusia hanya bisa terima aja. Mungkin banyak orang mencari-cari... Mereka mencari, mencari, dan terus mencari. Mereka mencoba sekeras mungkin untuk mengubah hal-hal yang diluar kendali. Lalu... Apa yang terjadi jika hidup tidak seperti yang kita ingini?

Yang namanya hidup, ya udah pasti ada masa-masa jaya, ada masa-masa duka. Menurut gue, mungkin hidup yang kita jalanin tuh bakal bosen banget sebosen-bosennya bosen kalo ga ada masa-masa di atas dan masa-masa di bawah. Ya iya masa stabil-stabil aja, kapan belajarnya?

Coba lihat hidupnya Sirivat. Mungkin lo mikir, "Siapa tuh?" Well, this guy was once a multi-millionaire. Dia mengalami masa kejayaannya saat bergelut di dunia property, tapi harus kehilangan segalanya saat perusahaan yang dimilikinya bangkrut. Untungnya, dia masih punya keluarga yang mencintainya dan walau dia gagal, itu tetap menginspirasikan dia terus bekerja untuk keluarganya. He didn't try hard, he just worked with what he got. Istrinya bisa membuat roti isi alias sandwich dan ia memikirkan bagaimana caranya ia bisa menjual sandwich buatan istrinya itu. Ia mulai dengan modal pas-pasan, mungkin sandwich-nya juga ga spesial-spesial amat, tapi dibekali dengan tekad yang keras dan semangat yang ga pernah pudar, ia menjual sandwich dengan memakai sebuah kotak. Ya, kalo di Indo tuh kayak abang-abang yang suka teriak, "Mijon, mijon, mijon" (Mizone, nama minuman isotonik), atau kotak es krim yang bisa dibawa kemana-mana dengan cara digendong di depan. Minggu-minggu awal dia menjual sandwich di rumah sakit, di jalanan dan di semua tempat keliling Bangkok selalu ga laku. Namanya juga usaha, ga langsung mulus walaupun artinya udah mencoba. Sirivat bahkan mengakui kalau dulu dia bisa menjual kondominium sampai 1 miliar dollar, sekarang penghasilannya hanya 1 dollar per sandwich. Ironis, bukan? Tapi dengan dukungan istri dan ketiga anaknya, akhirnya dia mempunyai banyak cabang di seluruh Bangkok dan perlahan mulai bangkit dari keterpurukkan lagi.

I came across an article that I recently read not too long ago, it has a quote that goes like this, "There are people so poor, the only thing they have is money." I mean, think about it. Banyak banget orang menghabiskan waktunya mencari uang, lalu dengan semua uang di dunia, mereka mencari-cari waktu. You have a house, but you don't have a home to go to. To have someone as shelter is love. To have someone to come to is a home. To have both is a blessing. Nah, bayangin ga punya itu semua? Ga punya sahabat, ga punya keluarga, ga punya sesuatu yang bener-bener berarti buat hidupnya. Mikirinnya aja udah menyedihkan, ya ga sih? Makanya gue ngejalanin apa aja yang ada di depan muka gue, mau bayarannya kecil, ga dibayar sama sekali, if I enjoy it, why not do it? Banyak orang bahkan mikir gue ga jago dalam "menjual" diri gue, or let's say, "how to market myself." Well I tell them that I do things that make me happy and not for the sake of money. "Ya elah, kalo kayak gitu mulu, kapan kaya-nya, Nad?" Mungkin kalo orang tanya apa sih tujuan hidup gue, dengan mudah gue bisa berangan-angan, ngebayangin apa rasanya punya ini, punya itu. Sampe akhirnya gue mencapai satu titik dimana gue merasa kalo itu bukan yang gue cari. Karena semua itu berawal dari mimpi, lalu dipimpin oleh hati, sampai akhirnya menemukan kebahagiaan sejati.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

nadiASK

Dear Kak Nadia, uhm aku mau curhat. Boleh? Jadi gini, aku punya pacar tapi aku ngerasa dalam hubungan ini, aku lebih banyak bergerak daripada dia. Seakan aku ngelakuin apapun, dia cuma liat dan cukup tau aja. Aku ngerasa, aku udh melangkah jauh di depan dia, tapi dia masih stay di tempat. Harus gimana kak? :( udah capek sebenernya sama keadaan kaya gini. But, my love for him is too big so i just can't let him go. Help me!


-via doubleclickandyepme


Boleh kok, kenapa ga boleh curhat hihi:3 Hmm, ada baiknya kamu belajar lebih sabar untuk ngingetin dia. Cowo pasti selalu butuh kita ingetin biar bisa sejajar sama kita, seperti yang kita mau. Nah, yang mesti kamu inget, cowo ga akan pernah bisa tau apa mau kita dan baca pikiran kita. Yang pastinya harus selalu kamu pelajarin dari sebuah hubungan adalah membuat dua kepala dengan dua pendapat dan pendirian berbeda menemukan titik komprominya. Hubungan akan selalu melelahkan kalo cuma satu pihak yang mempertahankan. Coba diajak pihak satunya lagi biar hubungan bertahan;)

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cinta Kan Membawamu Kembali

Mohon tinggal sejenak. Lupakanlah waktu. Temani air mataku.

Lagi seneng banget nyanyiin Cinta Kan Membawamu (Kembali Disini). Gue kangen bokap gue. Pengen dipeluk terus dikelitikkin sampe habis nafas gue, serasa setengah mau mati. Aneh sih, gue udah bertahun-tahun hidup tanpa kehadirannya tapi tiba-tiba kangen aja. Hal-hal yang bisa buat gue bingung dan mengernyitkan dahi adalah betapa orang-orang ga mensyukuri apa yang mereka punya. Keluarga, lengkap, kebutuhan, lengkap, tapi buat mereka masih aja kurang. Coba lihat orang-orang setiap hari yang terdiagnosa kanker, atau AIDS, atau stroke. Atau orang-orang yang ga tau mau makan apa, yang ga tau besok mau tinggal dimana. Coba deh liat kesananya. Kalo punya rumah, syukurin apa yang ada. Punya papa mama, syukurin karena ga selamanya. Bisa sekolah dan kuliah, tekadkan sampe selesai. Semua itu terjadi karena anugerah, jadi coba sadari semua sebelum ga ada.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Boy (Toy) Story

Inspired by one of Disney's best, Toy Story.

Hari ini entah kenapa, gue keinget sama cerita jadul-nya Disney, Toy Story. It is one of my favorites, such a classic, it's an irony compared to cartoons these days. Tapi gue nge-post ini bukan untuk ngebahas kartun tersebut. Gue yakin udah banyak orang yang ga asing sama kartun ini, dan lewat film tersebut, gue menemukan teori baru tentang berhubungan.

Pernah ga sih, lo pengen banget beli sesuatu, tapi pas udah beli, rasanya ya biasa aja? Ga se-spesial saat lo mengidam-idamkannya. Bahkan mungkin tersirat rasa menyesal setelah membeli barang tersebut. Mungkin karena sadar kalo kita ga butuh-butuh amat, atau mungkin merasa barang itu ga sebagus yang lo kira saat lo belum memilikinya. Itu sangat manusiawi menurut gue. Saat belum memiliki sesuatu, barang itu tentu terlihat jauh lebih menarik dari sebelum jadi hak milik.

Waktu Andy memiliki Woody, Woody merasa dia mainan paling beruntung sedunia. Walaupun banyak mainan yang sepertinya, dia merasa berbeda dari mainan lainnya. Ada yang tau ga kenapa? It's simple, dia spesial karena ada cap nama 'Andy' dibawah sepatu boots-nya. Then along came Buzz. Yang pahit bagi Woody adalah dia tau kalo Buzz lebih menarik dari dirinya. Lebih bisa ini itu, lebih baru. Bahkan Woody sempat merasa minder karena tangan yang terbuat dari kainnya itu robek. Ia berpikir kalo Andy tidak akan mengingininya seperti pertama kali. That's the thing about relationships, just like toys, new ones will always seem more attractive. Tapi satu hal yang ga bisa dengan gampangnya lo lupakan adalah siapa yang ada buat lo saat seneng dan susah, apakah si dia yang baru inikah? Yang jadi penyemangat hari lo, yang jadi sahabat saat lo butuh. Yang tau cerita-cerita lo yang gak pernah lo ceritain ke siapa-siapa.

Semua manusia pasti pernah ada di titik dimana mereka merasa kesepian. Bukan sendirian loh ya, tapi kesepian. Itu dua hal yang jauh berbeda. Sampai akhirnya mereka menemukan seseorang yang buat mereka merasa nyaman, ujungnya jadi membangun suatu hubungan. Hubungan itu bukan sekedar sering mention-mention an yang manis-manis di Twitter, atau pengakuan lewat status Facebook. Bukan cuma posting-an menye di blog atau Tumblr. Bukan juga quote atau lirik lagu yang ngingetin sama pasangan lo. Hubungan itu ketika dua jiwa saling menyatu dan cintanya tak lekang oleh waktu. Hubungan yang dibangun dari kejujuran, keikhlasan, sampai tujuan meraih masa depan. Menurut gue hubungan yang sehat adalah ketika mereka sadar kalau tanpa pasangannya mereka tidak akan menjadi orang yang lebih baik. Sama seperti mainan, wajar aja dan pasti ada rasa bosan, jenuh bahkan mungkin di titik pengen cari baru. Tapi hubungan itu bukanlah sesuatu yang kalau rusak, langsung ganti baru. Sama seperti mainan, kalo rusak dan masih bisa diperbaiki, kenapa engga? Relationship is not fun and games, it's about making through the good and bad, ending up with the same last names.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Si Pemimpi

Pernah ga sih lo merasakan hidup lo akan berubah? Lo bangun setiap pagi, dan ga ada yang berubah banyak... Bau sarapan yang lagi dimasak masih tercium dari kamar, suara nyokap lagi bebenah, denger kakak nyanyi-nyanyi pake gitar. Come to think of it, nothing changes much. Tapi gue tau gue bangun karena suatu alasan dan tujuan. Kayak hidup ini ga cuma gue yang hidup, gue hidup buat sesuatu yang besar, lagi disiapin buat sesuatu yang besar. Seperti seseorang yang gue kenal.

Dia anak bungsu dari beberapa bersaudara, tapi saudara-saudaranya menolak dia, bahkan membuangnya dari keluarganya. Kenapa mereka membencinya? Because of his dreams. Dan dia gak langsung mencapai mimpinya karena dia disingkirkan, tapi tau dia mulai darimana? Dari nol, dari bukan apa-apa. Akhirnya di masa mudanya, dia cuma jadi pesuruh, bahkan saat dia bekerja secara jujur dan rajin, dia masih di fitnah oleh istri atasannya. Karena satu dan lain hal, akhirnya dia harus masuk penjara. Karena
personality-nya yang lovable dan hatinya yang mulia, atasan penjaranya pun menjadikan dia sebagai seseorang yang dipercaya walaupun di penjara. Karena talentanya yang unik dan hatinya yang baik, akhirnya pimpinan negara itu menjadikan dia orang kepercayaannya. Mungkin kelihatan kayak cerita yang dibikin-bikin, tapi percaya ga percaya, ini terjadi sama Yusuf, si pemimpi. Bahkan keluarganya sendiripun, tempat awal keberadaannya di bumi, ga mendukung dia. Tapi mimpinya ga berubah, dan tau apa juga yang ga berubah? Rencana Tuhan buat hidupnya.

Kapan sih terakhir kali lo bermimpi? Bahkan sesuatu yang kelihatannya jauh dan ga mungkin banget? Menurut lo, mungkin ga Steve Jobs langsung jadi atasan yang disegani di Apple? Pasti ga kan? Pasti semua dimulai dari ide yang dikira orang gila. Coba dia dengerin kata orang, mungkin kita ga bisa menikmati iPod, iPhone, Macbook, dan lain-lain. Ide kreatif dan gila seorang Steve Jobs membuat dia menjadi salah satu Executive Producer di film Toy Story. Guess what? He's adopted. Imagine how adopted kids can be. Their mental stability, their emotional reactions, pasti beda sama seseorang yang dilahirkan di keluarga biologisnya.

The thing about dreams are, you don't have the map to get there, but there is a big picture of how it's going to be. Ya mungkin lo mikir, what does she know? She is in no place where she can say these statements. Maybe you're right. But maybe, you're just in the right place where I'll prove you wrong.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tips Mengatasi Iritasi Pada Hati

Tulisan berikut ini bukan merupakan jaminan pengobatan maupun proses penyembuhan yang dianjurkan oleh dokter lokal, dukun terdekat, apalagi Departemen Kesehatan atau Menteri Perdagangan. Hanya dari sisi pandang seorang penulis yang pernah merasakan manisnya jatuh cinta, pahitnya sakit hati, mirisnya natap jendela sambil denger Adele berkumandang, perihnya hidung karena penggunaan tissue berlebih, semua hal normal yang dirasakan orang pada umumnya saat mereka mulai kehilangan kesadaran dan menemukan keyakinan akan sesuatu yang indah. Read at your own risk, tidak bertanggung jawab atas gangguan jantung, keinginan mengubah kelamin, keluarnya cairan pada mata, hingga terjadinya mutasi.

Pendekatan. Ini adalah tahap paling penting. Semua bilang ini adalah masa-masa paling indah, tapi sebenarnya ini adalah masa dimana semuanya diuji. Pada umumnya, pria akan mengejar wanita. Wanita akan menggantungkan pria. Disinilah dimana kedua pria dan wanita harus memilih. Pria memilih apakah ia akan menunggu wanita, yang akan menghasilkan pemilihan wanita akan menerima si pria atau tidak. Proses pendekatan biasa dilakukan dengan jalan-jalan di mall atau sesuatu yang simple seperti via BBM. Mungkin sekarang modus merambah via Twitter dengan sentilan hangat nan nakal yang bisa menggoyangkan hati si target. Wanita bilang kalo mereka ga suka digombalin, tapi itu adalah bualan belaka, saudara-saudara! Semua wanita suka dipuji, diangkat-angkat, diperhatikan, bahkan wanita mengetes seberapa niat pria ini ngejar dia. Tips gue adalah: Korek sedalam-dalamnya. Cari tahu aslinya sampe akhirnya lo baru bisa tanyakan sama diri lo, "Lo baru aja benerin hati lo yang berkeping-keping, yakin mau ambil resiko dihancurin hati lagi sama kunyuk satu ini?" Biasanya wanita yang lagi mau dideketin akan mengeluarkan basa-basi seperti, "Kita BBM-an sampe malem cewe lo ga marah nih? Hehehe" atau "Nanti lo pergi sama gue ke Plaza Indonesia ada yang marah lagi hihihi." Oh, please, gue ga se-naif itu. Then again, penyakit wanita yang paling perlu diingat: DENIAL. Tanyain aja semuanya, berapa kali pacaran, ciuman, bahkan gue baru saja menemukan teori baru yaitu: Lo perlu bener-bener yakin kalo dia ga punya pasangan. Dan untuk wanita, perhatikan semua gerak-gerik pria, biasanya kalo dia gelisah, dia lagi mikirin jawaban biar ga kelihatan salah-salah amat. Karena, news flash, cowo jaman sekarang bahkan berani deketin cewe saat dia masih ber-status. Menurut pengalaman, saat dideketin cowo yang udah punya cewe-- sebenernya hubungan itu masih seumur jagung (which never makes any sense to me, why do corns need to age, again? I mean, how do they die, get shot and ended up being a POP-corn? Ha. Ha. Ha. Get it? No? I mean like, a gun makes this pop-like sound, and the corn-- Ugh, okay, lame)-- tapi nyatanya,masih berani deketin dan pas gue tau dia punya cewe, 'pembelaan' dia adalah, "Loh, lo kan ga pernah nanya gue punya cewe apa ga! Tiap kali lo cuma nanya, 'Emang ga ada yang marah lo BBM-an sama gue, emang ga ada yang marah lo anterin gue pulang?' Ya kaga lah! Orang cewe gue ga tau!" JEDAR! JEDER! DUAR! HIP HIP HORE! Pantes dapet petasan, tapi lebih layak lagi dia-nya yang di ledakkin. Paling cocok sih liriknya Rihanna di lagu Take A Bow, "And the award for the best liar goes to you." Yes, you, baldy. Bukannya baru 2 minggu jadian itu lagi anget-anget tai ayam ya? Oh, well. Jadi jangan sampe miss ya, kawan-kawan, it will cost 'ya! Tapi pada umumnya, udah tau kalo dia adalah orang yang tidak pantas untuk kita mengambil resiko karena rambu-rambu sudah jelaspun masih di hajar bleh juga. Nah, yang kayak gini nih, gue udah ga bisa ngomong apa-apa deh. Karena kembali lagi, semua itu lo yang rasain. Klise sih, tapi emang bener, orang ga bisa sepenuhnya tau apa rasanya jadi lo. Jadi nikmatin aja prosesnya dan lakuin yang paling benar. Karena yang baik belum tentu benar, tapi yang benar udah pasti yang terbaik.

Putus. Sometimes the only harder thing than finding the man or woman of your dreams, is to lose them. Entah lo yang mutusin atau dia yang mutusin, intinya adalah: Hubungan kalian ga bisa lanjut dan berakhir di tempat pertama kalian mulai, yaitu nol. Untuk sesuatu bisa dimulai, kadang kita harus mengakhiri sesuatu. Hidup itu adil lagi. Setiap akhir adalah awal dari sesuatu juga. Tips sakit hati paling ampuh gue adalah: Makan. Bahkan di buku yang belom lama gue baca, peraturan putus itu kayak gini, "Semua yang di makan dalam kurun waktu 48 jam setelah putus, dianggap nihil dan tidak diperhitungkan." So, forget the calories, ingetin lagi diri lo sama es krim cookies and cream favorit lo, gaining a little weight is not a crime. Kasi liat semua orang kalo putus ga menghentikan kamu melakukan hal-hal yang kamu suka. Mungkin terlalu cepat untuk mengambil kegiatan baru yang kamu minati, hobi berenang atau apapun itu. Jadi nikmatin aja dulu yang ada depan mata, atau yang ada dalem tudung saji, atau dalem freezer, emut-emut es batu biar hatinya dingin dikit. Tips sakit hati kedua gue adalah: Tidur. Nah, yang perlu diinget adalah, jauhkan foto-foto dan semua kenangan yang bisa ngingetin lo sama mantan. Kalo perlu delete semua lagu di iPod lo, just to let you have a peace of mind. For me, eating and sleeping is the top best solutions. Call me easy to please, but it really helps for me. Coba tanyakan diri lo beberapa hal, "Apa yang tertunda saat gue punya pasangan?" atau "Hal apa yang gue belom pernah sempet cobain saat gue masih jadian?" mungkin bisa membantu lo dalam mencari kesibukkan and the things you put on hold that you haven't done in life. Yang paling penting adalah, take care of yourself. Don't let break-ups get the best of you. Pergi aja ke gym, minum teh herbal, cintai diri lo, show them who they missed out on. Jangan terburu-buru dalam menemukan yang baru. Cinta harusnya datang dengan cara yang kamu gak pernah duga sebelumnya. Karena seperti di film Eat, Pray and Love, Julia Roberts mencari siapa dirinya sebenarnya dulu untuk bisa menemukan arti cinta yang dulu pernah hilang. "Rasa cinta, yang dulu t'lah hilang kini bersemi kembali, uwo uwooo (singing)" Well, go out with your friends, sing karaoke, laugh your ass off! Don't miss out on life's adventure just because someone who's not worthy to be in your future missed out on you.

Jatuh cinta lagi. Cinta itu ikhtiar yang tulus, bukan investasi yang mulus. Investasi itu pasti mengharapkan imbalan, alias keuntungan, cinta itu sebaliknya. Love is not expecting happiness, it is when you've learned to accept, even the pain and sadness. Cinta itu tidak pernah sempurna dan pasti akan berbekas semua luka lama. You'll blame a new love for the things an old one did, but that's not how love always is. Cinta itu kesempatan yang baru lagi, memulai dari nol lagi. Cinta itu bukan yang biasa lo lihat di film romantis-komedi atau yang diceritain dalam novel Meg Cabot. Being in a relationship is a full-time job, nonstop. You don't get your off days just because you get tired. No. Itulah dimana komunikasi ambil alih, cari dimana salahnya saat hubungan udah melelahkan. Yang perlu diingat adalah, kamu orang yang paling dipercaya untuk tidak menyakitinya. Sedihnya adalah, kamu juga orang yang paling berpotensi menyakiti dia. Inget lagi kalo lidah mungkin ga bertulang, tapi lidah bisa membunuh. Membunuh jiwa, membunuh spirit dia. Jadi jangan jadiin sebagai senjata untuk menyakiti, tapi biasakan untuk ngomong hal-hal membangun. Focus on the positive and not on the negative. Dia mungkin ga sempurna dan sedikit pelupa, tapi ingetin diri lo kenapa lo sekarang sama dia. Kenapa? Ya karena cinta. Cinta itu sendiri adalah usaha, dimana setiap hari kamu akan diuji. Jadi gimana biar ga sakit hati? Yang pasti gue ga akan melarang lo untuk jatuh cinta, that is like giving someone advice not to eat just because you're scared of ending up getting fat. Yang paling penting adalah ini: It's hard, almost impossible malah, tapi try not to expect too much. It's not a fairytale, but everyone deserves a happily ever after.

So if you happen to look for someone a little off the ordinary, classy soul, with great admiration of things that are vintage, wrapped with sensible (try sarcastic) humor, who would offer a lot of help like getting rid of your booger and maybe cook you some dinner, and happens to prefer salmon over tuna, but would never say no to a tuna sandwich with some generous amount of mayonnaise, then I'm your girl! So don't hesitate in getting to know me or asking me things. But ugh, you probably would want to start with the tuna sandwich. And don't even think about skipping the extra mayonnaise.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS