BTW (Born This Way)

No, this is not a Coming-Out-Of-The-Closet post to declare that I'm a lesbian (Oh, you would sooo love to see that, wouldn't you? Better luck next time!), last time I check I still feel a sudden rush of adrenaline when I saw Chris Evans transform to Captain America. Those... Abs... *drools*
By the way, the movie sucked.

This is just to write about the person behind all this posts, if there happen to be a curiosity in your mind about the person blabbing all alone in cyber world. Lahir di keluarga yang separuhnya kuat budaya barat dan separuhnya lagi kuat sifat militer. Budaya barat bukan berarti standard hidup orang barat, lebih ke kebiasaan, seperti kemandirian terhadap segala sesuatu. Kalo militer mungkin membentuk sifat perfeksionis, which is something I'm not proud of. Kalo bisa jabarin beberapa poin penting from growing up, it's the following:

Jadi cewe jangan manja.
Prinsip ini membentuk karakter tomboy gue as I grew up. Cuek, ga menye dan gesit sana sini. Panas-panasan gapapa, keringetan-pun ga heran, akhirnya kadang gue mempertanyakan jati diri gue... Ya walaupun pas nunduk ke bawah tetep aja ada dua buah gunung (Oke, fine, bukit...) yang menonjol, pertanda kalo gue wanita tulen.

Jangan bergantung sama siapa-siapa, do things yourself.
Despite how I look like in real life, darah Jawa mengalir kental dalam tubuh gue. Jadi gue paling anti yang namanya nyusahin orang. Kira-kira begitulah pelajaran yang gue pegang, akhirnya gue dituntut untuk jadi cewe yang serba bisa. Ibaratnya kalo di rumah beresin kamar hayo, masak hayo, ngutak ngatik komputer hajar, no boundaries whether it's a man or a woman's job to do.

Ga perlu cowo untuk buat lo bahagia.
Nah, ini nih... Ini nih... Kalo lo bertanya-tanya kenapa gue ga jadian-jadian. Perpisahan Bokap dan Nyokap gue mengambil andil besar in terms of how I see relationships. Oma gue yang ditinggal Opa gue karena penyakit kanker, perceraian Nyokap gue sama Bokap, sampe Kartini sekalipun (Lah Kartini apa relasinya sama gue, yak?) mengajar gue kalo cewe tuh bisa kok berdiri sendiri. Bahkan di kesendirian lo, lo terkadang bisa lebih leluasa bergerak, gue ga against this opinion ya karena gue pribadi ngerasain itu.

Uang bukan segalanya.
Having it all doesn't guarantee you a complete and whole happiness. Buat apa lo jadi billionaire tapi lo gak punya temen? Sendirian di apartment mewah lo di Amerika tapi hidup lo kesepian... I know this point make me sound hypocritical, but I mean it. Having the most loving friends sometimes... Is all you need.

Above all... Do what you love.
I believe in this wholeheartedly. I don't see the point of living in luxury if what I'm doing is not me. I can look in the mirror and not recognize the person looking back at me and I can imagine how bad that would feel.

Kalo ditanya apa rasanya kerja semenjak usia muda... Ya ada enak ada ga enaknya. Ada lah pasti ego atau sifat kekanak-kanakkan yang ngelonjak, apalagi anak terakhir, gue merasa kehilangan hak gue sebagai anak bungsu. Gimana sih, masih muda, masih pengen seneng-seneng, bukan maksudnya mau habisin separuh hari gue di club atau buat belanja ya, lebih ke... Ketemu temen, ngabisin uang buat beli buku apa CD, being normal in general. Yang pasti dari awal gue lahir, kanak-kanak, remaja, sampe sekarang ini (Kalo mau ngaku masih remaja ga enak, bilang udah dewasa juga belom saatnya) gue ga merasa normal. Bukannya ga normal dalam artian keterbelakangan mental, mungkin lebih ke... Spesial.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment