Terpuruk Bukan Yang Terburuk

Judul itu muncul disaat aku berdoa di malam hari. Doa itu indah, bukan? Dimana tubuhmu terdiam, tapi rohmu berbicara. Mengatakan hal-hal yang tidak seorangpun tahu. Hati nurani pun mulai mengeluarkan kata-kata yang tak pernah terlintas. Pergumulannya; yang terpendam perlahan muncul ke permukaan. Indahnya mengisi kekosongan yang hanya bisa diisi dengan berbicara dengan Tuhan. Yang terindah adalah aku bisa mengeluarkan segalanya. Membahas masalah adalah hal yang biasa, tapi aku bisa mencurahkan anganku, lika-liku hidupku, mimpiku, bahkan hingga keinginanku yang terliar sekalipun.

Cape juga ya pake bahasa baku. Yah, begini lah nasib penulis amatir, bahasa seenak jidat, pemakaian kosa kata sekate-kate, klimaks-nya kadang ada kadang engga. Sebenernya bahasa Indonesia lebih luas untuk di-explore loh. Penggunaan kata yang artinya sama aja ada banyak. Contoh: Aku, Saya, Ane, Aye, Eke (ya kan bancinya Made In Indonesia juga, jadi masuk itungan dong!), jadi sebenernya ga kalah asik & menantang untuk nge-blog pake bahasa Indonesia.

Orang yang kenal sama gue mungkin tau banget gue orangnya ga gampang terbuka. Emang gue gampang percaya, tapi gue sangat pemilih when it comes to letting them know about the slightest details of my life. Gue bersyukur, saat gue ada di keadaan yang membuat gue merasa orang terlemah sekalipun, gue diberkati oleh temen-temen yang ga pernah absen buat dorong gue supaya maju. Justru disaat lo jatuh lo bisa liat siapa temen lo sebenernya, ya ga sih? Bukan cuma yang ada pas segala sesuatu berjalan mulus dan ga ada hambatan. Gue teringat sama satu quote Oprah yang isinya, "Everyone wants to ride with you in the limo, but what you need is someone who will take the bus with you when the limo breaks down." Itu bener banget menurut gue. And please note that what the quote is about is not a matter of transportation! Gue percaya penikmat blog gue adalah orang-orang intelek yang ngerti apa yang gue omongin. Tentu mudah buat orang mengerumuni lo disaat lo seneng, tapi pas lo butuh saat lo down, masih ada ga? Kenapa tau siapa yang temen sebenernya itu penting, karena dengan siapa lo bergaul itu secara ga langsung akan menentukan hidup lo ke depan. Kalo lingkungan lo adalah lingkungan yang bawa dampak negatif, tentu hidup lo ga jauh-jauh ya jadi minus juga, begitu juga sebaliknya. Gue yakin semua orang pasti pernah ngerasain entah yang namanya di-khianatin, entah di-ngomongin di belakang, merasa diguna-guna (bukan disantet, tapi merasa di-take advantage) atau di-kecewain gimanapun bentuknya, tapi percaya sama gue, bertahan aja deh dalam proses yang emang lo harus lalui. I'll close my blog with one of my favorite quotes of all time, a classic, that says, "There comes a point in your life when you'll realize who matters, who never did, who won't anymore and who always will. So don't worry about the people in your past , there's a reason why they didn't make it to your future."




Salam cinta dari si Domba Betina

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment