Lauk atau Pokok?

Di perjalanan pulang setelah anterin Titin ke kos-kosan, David, Jason, Chacha, Maria dan gue lagi asik ngomongin soal relationship yang bermuara ke perbincangan soal pelaminan.

Chacha: Ya pasti ada bosennya dong, secara tiap hari itu terus, itu terus.

David: Iya dong, anggep aja kayak makan. Pasti kan lauknya mau ganti-ganti. Kadang mau ikan, kadang mau ayam, atau kadang mau sapi.

Jason: Kalo kayak gitu mah, berarti ga bisa awet sama satu dong.

Nadia: Engga kali! Pasangan hidup itu bukan lauk. Tapi makanan pokok.

Semua: Maksudnya?

Nadia: Ya pasangan hidup itu kayak nasi. Yang lainnya hanya penambah, tapi yang jadi utamanya ya cuma satu itu. Semua harta lo bisa berubah-ubah, rumah, mobil segala macemnya. Karir atau pekerjaan lo bisa berubah-ubah. Semua cuma lauk, alias pelengkap. Tapi makanan pokok yang ngenyangin cuma satu; Nasi.

Maria: Widih. Dalem.

David: Tapi tetep aja dong, kadang lo bosen makan nasi, pengen makan mie, pengen makan pasta.

Nadia: Nah, lo liat aja sendiri, dari awal lo punya gigi pas masih kecil, udah makan nasi kan? Sampe sekarang lo masih makan ga tuh nasi? Sesuatu yang udah jadi bagian permanen dalam hidup lo, ga akan dengan gampangnya berubah. Liat aja rutinitas lo, kayak sikat gigi. Kalo dua hari berturut-turut ga sikat gigi, apa betah lo?

Maria: Ya iya lah, liat aja gigi David abu-abu.

Semua: (Tertawa terbahak-bahak)

Jason: Udah ah, ngomongin makanan gue jadi laper. Makan yuk.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment